Berita7 — Perusahaan yang menaungi petugas satuan pengamanan (satpam) yang menegur pengemudi Toyota Alphard karena menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, angkat bicara. Pihak perusahaan memberikan apresiasi kepada satpam bernama Victor Harefa yang dianggap telah menjalankan tugas pengamanan area proyek dengan baik.
Project Manager WIKA-RAU KSO melalui akun Instagram @ext.concoursemiralbhiwikarau menyatakan, “Perusahaan memberikan apresiasi kepada petugas keamanan yang telah berupaya menjalankan tugasnya dalam menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan ketertiban di sekitar area proyek, sekaligus terus mendorong profesionalitas dan sisi humanis dalam menjalankan tugasnya.” Victor Harefa merupakan salah satu petugas keamanan yang ditugaskan mendukung pengamanan area Proyek Extended Concourse Bundaran HI.
Perusahaan menegaskan pihaknya mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area proyek. “Perusahaan juga akan memastikan setiap personel yang menjalankan tugasnya secara profesional memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. Kejadian ini akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari evaluasi untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan di area proyek. Perusahaan juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Pramono Anung: Satpam Jalankan Tugas dengan Baik
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menanggapi insiden tersebut. Ia membela satpam yang dianggapnya sedang menjalankan tugas pengamanan dengan baik. “Kebetulan saya menonton secara berkali-kali satpam yang ada di depan dekat dengan penyeberangan Pullman ke Grand Hyatt. Dan dari data CCTV yang juga kita miliki sebenarnya lebih lengkap dari apa yang viral tadi,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Pramono secara tegas meminta agar satpam tersebut tidak dipecat atau diberhentikan. Ia menilai satpam tersebut justru menjalankan tugasnya dengan sangat baik, sementara sopir Alphard yang melakukan pelanggaran lalu lintas. “Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali. Dan terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, mobil Alphard tersebut menggunakan pelat nomor palsu. “Dan kemudian kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang pakai plat itu adalah plat palsu,” katanya.
Oleh karena itu, Pramono meminta agar penegak hukum memberikan sanksi kepada sopir Alphard. Ia berpendapat jika kasus ini tidak diselesaikan dengan baik, sopir Alphard akan merasa berkuasa dan tidak merasa bersalah atas perbuatannya. “Jadi untuk satpamnya sekali lagi saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa. Karena satpam inilah yang menjalankan tugas dan semua orang melihat dari CCTV maupun CCTV yang lebih lengkap yang sebenarnya dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Wajahnya yang marah juga kita sudah tahu sekali,” tambahnya.
Ikuti Berita7
