— Pertemuan Argentina dan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Amerika Serikat, bukan sekadar perebutan tiket ke perempat final. Laga ini juga mempertemukan dua nama besar sepak bola dunia: Lionel Messi dan Mohamed Salah, yang sama-sama berada di tahap akhir karier internasional masing-masing.

Pertandingan berlangsung Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat dan menjadi sorotan karena perbedaan konteks perjalanan keduanya di pentas dunia. Messi datang sebagai juara Piala Dunia sekaligus pemegang sejumlah rekor di turnamen ini, sementara bagi Salah acara ini adalah momen bersejarah setelah membawa Mesir melangkah ke babak gugur untuk pertama kali.

Jejak Karier di Panggung Dunia

Messi, yang kini berusia 39 tahun, telah memberi sinyal bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya di kancah internasional. Pada edisi ini ia tampil untuk kali keenam, memperpanjang rekor dan memimpin daftar pencetak gol sementara dengan tujuh gol, setara dengan nama-nama lain di puncak klasemen pencetak gol.

Sementara itu Mohamed Salah, tahun ini berusia 34, menghadapi kondisi berbeda. Mesir untuk pertama kali menembus babak gugur Piala Dunia setelah penampilan ketiganya. Salah menjadi tokoh sentral dalam perjalanan itu, termasuk saat mengeksekusi penalti bergaya Panenka dalam adu penalti melawan Australia pada babak 32 besar yang memastikan tiket ke 16 besar.

Respons Publik dan Dinamika Tim

Di Argentina, setiap laga Piala Dunia kini dilihat sebagai kesempatan terakhir menyaksikan aksi sang kapten yang membawa negaranya juara dunia pada 2022 dan meraih trofi Copa America dua kali. Selain itu, ada perbincangan tentang bagaimana tim akan beradaptasi setelah potensi pensiun Messi.

Dari total 11 gol Argentina di turnamen ini, tujuh di antaranya dicetak oleh Messi. Ketergantungan angka ini menjadi bagian dari diskusi publik—meskipun pelatih Lionel Scaloni dinilai telah membangun tim yang berkontribusi di berbagai lini, peran Messi tetap menjadi penentu.

Salah Sebagai Simbol Nasional

Di Mesir, Mohamed Salah tidak hanya dilihat sebagai pemain kunci di lapangan, tetapi juga sebagai simbol nasional. Perjalanannya dari kampung halaman hingga menjadi pemain dunia mendapatkan pengakuan luas dan dianggap mewakili kerja keras serta harapan banyak warga.

Kemenangan Mesir atas Australia melalui adu penalti dirayakan secara emosional di tanah air. Bagi banyak warga Mesir, kehadiran Salah memberikan keyakinan bahwa negara mereka mampu bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.

Duel melawan Argentina oleh karenanya memiliki makna ganda bagi Mesir: sebagai ujian terbesar di Piala Dunia 2026 dan sebagai peluang bagi Salah untuk menambah babak baru dalam warisan karier internasionalnya.