Sebuah insiden cekcok antara pengemudi mobil pribadi dan sopir taksi online yang berujung pada aksi penodongan pisau di Jalan Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi viral di media sosial. Pihak kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama telah turun tangan dan memfasilitasi penyelesaian damai antara kedua belah pihak.
Kronologi Kejadian dan Penyelesaian Damai
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama AKP Ivo Amel menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil kedua pihak yang terlibat. Meskipun video aksi penodongan pisau sempat viral, kedua belah pihak sebenarnya telah sepakat untuk berdamai sebelum video tersebut menyebar luas.
“Hari ini, kami panggil lagi keduanya untuk ditanyakan kok bisa viral, padahal sebelum itu udah damai. Sekarang masih proses,” ujar AKP Ivo Amel kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/2/2026), dilansir dari Antara.
Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika pengemudi mobil Suzuki Grand Max tersebut melakukan perpindahan jalur secara tiba-tiba dan menyerempet kendaraannya, nyaris menyebabkan kecelakaan. Korban kemudian mengejar pelaku hingga keduanya menepi dan terlibat adu mulut.
Dalam situasi panas tersebut, pelaku terlihat mengeluarkan sebilah pisau dan mengarahkannya ke korban. Aksi tersebut sempat mengenai lecet pada kaca mobil korban sebelum dilerai oleh petugas keamanan.
Proses Hukum dan Penelusuran Video Viral
Meskipun sempat mendatangi Polsek Kebayoran Lama, korban memutuskan untuk tidak membuat laporan resmi karena kesepakatan damai yang telah tercapai. Kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan, dengan pelaku memberikan ganti rugi atas kerusakan pada mobil korban.
“Enggak disebutkan (nominal ganti rugi), tapi itu untuk ganti rugi lecetnya, kan ada lecet itu,” kata AKP Ivo Amel.
Lebih lanjut, polisi juga menyatakan akan menelusuri pihak yang pertama kali mengunggah video insiden tersebut ke media sosial. Hal ini dilakukan untuk mengklarifikasi lebih lanjut, mengingat adanya video pernyataan damai kedua belah pihak yang juga berlatar belakang di Polsek.
“Iya, nanti bakal kami cari juga (yang unggah). Soalnya aslinya ada juga video pernyataan damainya, latar belakangnya Polsek,” ucapnya.
Kasus ini masih dalam proses klarifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.





