Berita

Sopir Hilang Konsentrasi Akibat Cekcok dengan Pacar, Picu Tabrakan Beruntun di Tangsel

Advertisement

Tangerang Selatan – Sebuah insiden tabrakan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Letjen Soetopo, Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (2/1/2026) dini hari. Kecelakaan ini diduga dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi akibat cekcok dengan pasangannya di dalam mobil.

Kronologi Kejadian

Menurut Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Danny Trisespianto Arief Sutarman, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 01.40 WIB. Pengemudi mobil Grand Livina berinisial AM dilaporkan kehilangan fokus saat mengemudi.

“Jadi betul, semalam ada kejadian sekira pukul 01.40 dini hari ya. Kronologinya memang dari pengemudi Grand Livina atas nama inisialnya AM itu lagi mengendarai mobil dan memang mengakui bahwa dia kurang konsentrasi,” ungkap Danny kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

Danny melanjutkan, “Kurang konsentrasinya karena mungkin ada pertikaian kecil di dalam mobil antara dia dan pasangannya.”

Dampak Tabrakan Beruntun

Total lima kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut, termasuk mobil yang dikemudikan oleh AM. Akibat insiden ini, kelima mobil mengalami kerusakan.

“Yang rusak parah kalau kita lihat, paling parah sih yang nabrak awal ini yang Grand Livina ini. Yang lain hanya terdorong, penyok, tapi kondisi kendaraan masih bisa jalan,” ujar Danny.

Rincian urutan tabrakan adalah sebagai berikut:

Advertisement

  • Mobil Grand Livina menabrak Toyota Rush.
  • Toyota Rush menabrak Daihatsu Sigra di depannya.
  • Daihatsu Sigra menabrak Pajero di depannya.
  • Pajero menabrak Pajero lain di depannya.

Danny menjelaskan bahwa AM dan pasangannya sedang dalam perjalanan pulang setelah bepergian. Jalanan yang menyempit akibat perbaikan di tengah jalan juga diduga turut memperparah situasi.

“Kondisinya memang habis pergi, dia mau mengarah pulang. Jadi, dia dari arah Santa Ursula ke lampu merah Autopart itu. Jalanannya juga karena kan ada perbaikan jalan di tengah itu kan, jadi di lajur 1, lajur cepat sebelah paling kanan itu memang ada penyempitan. Jadi lajur yang dipakai itu lajur 2 dan lajur 3. Kemungkinan besar sudah ada pertikaian dari sana sehingga pengemudi ini kurang konsentrasi ngeliat ke depannya,” terang Danny.

Kerugian Materiil dan Penyelesaian

Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, taksiran kerugian materiil akibat tabrakan beruntun ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

“Kalau gambaran kami sih, ini di bawah Rp 50 juta untuk keseluruhan kendaraan ya,” tutur Danny.

Insiden ini dilaporkan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pengemudi mobil Grand Livina, AM, bersedia mengganti seluruh kerugian kerusakan kendaraan yang terlibat.

“Semalam sudah ada kesepakatan damai antara semuanya. Saudara AM ini bersedia mengganti rugi seluruh kerugian yang diakibatkan oleh dirinya,” pungkas Danny.

Advertisement