— Siklon Bhola yang menerjang 12–13 November 1970 tercatat sebagai siklon tropis paling mematikan dalam sejarah modern. Bencana ini menewaskan antara 300.000 hingga 500.000 orang, menurut catatan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

Gelombang badai besar menyerbu pesisir dan dataran rendah di wilayah yang kala itu bernama Pakistan Timur, kini Bangladesh, dan menjadi penyebab utama tingginya angka korban jiwa.

Asal Usul Badai dan Dampak Langsung

Siklon bermula dari depresi atmosfer—tekanan udara sangat rendah—di selatan-tengah Teluk Benggala. Setelah terbentuk, sistem cuaca itu bergerak menuju daratan dan menghasilkan storm surge yang melanda pulau-pulau dataran rendah serta daerah pasang surut di sepanjang pantai Teluk Benggala.

Respons Internasional dan Perubahan Kebijakan

Tragedi Bhola mendorong Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi untuk mitigasi dampak siklon tropis. Pada 1971, WMO membentuk Program Siklon Tropis (Tropical Cyclone Programme/TCP) sebagai tindak lanjut atas kebutuhan koordinasi dan pencegahan bencana lebih baik.

Warisan bagi Bangladesh dan Sistem Peringatan Dini

Setelah bencana, Bangladesh melakukan transformasi kebijakan sehingga menjadi contoh dalam pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketahanan terhadap cuaca ekstrem. Koordinasi internasional melalui WMO meningkat, termasuk upaya memperbaiki akurasi prakiraan cuaca dan sistem peringatan dini yang kemudian membantu menyelamatkan nyawa pada kejadian serupa di masa mendatang.

Pesan Tentang Kesiapsiagaan

Peristiwa Bhola juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap ancaman alam dan kepekaan terhadap perubahan iklim, agar upaya mitigasi bencana dapat terus ditingkatkan.