Berita7.co.id — Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão di Palm Springs, Dili. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah usulan kerja sama strategis yang diarahkan pada penguatan masa depan generasi muda kedua negara.
Acara dibuka oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay, Jumat (10/7/2026). Dalam laporannya, Kalbuadi Lay memuji gaya komunikasi Megawati yang dinamis dan berbobot.
“Banyak yang terkesan, Ibu Mega memegang catatan yang ringkas, namun poin-poin yang disampaikan sangat luas dan mendalam saat di podium. Kami berharap anak muda di Timor Leste dapat belajar banyak dari ketokohan dua pemimpin besar, Ma Xanana dan Ibu Mega,” kata Kalbuadi Lay.
Dalam pidato kehormatan, Kay Rala Xanana Gusmão menyampaikan penghargaan atas kehadiran Megawati dan mengaitkannya dengan momen pemulihan kemerdekaan Timor Leste pada 20 Mei 2002. Menurut Xanana, kehadiran Megawati kala itu mengubah momen kemerdekaan menjadi momen rekonsiliasi.
“Di hadapan ribuan rakyat Timor dan para pemimpin dunia seperti Kofi Annan dan Bill Clinton, kehadiran Anda (Megawati) kala itu mengubah momen kemerdekaan menjadi momen rekonsiliasi yang luar biasa,”
Xanana menegaskan keputusan Megawati hadir pada 2002 mengirimkan pesan bahwa hubungan baru dengan Timor Leste yang merdeka bukanlah kehilangan bagi Indonesia, melainkan sebuah awal yang baru.
Megawati membuka pidatonya dengan bercerita tentang kunjungannya ke Taman Makam Pahlawan Seroja pada pagi hari dan mengamati perkembangan Dili. Dia menyelipkan humor dengan membandingkan pengalaman penahanan Xanana dan ayahnya, Soekarno.
“Saya sering menggoda Pak Xanana. Kalau beliau menyebut penjara sebagai ‘universitas tertutup’, saya bilang bapak masih kalah dengan bapak saya (Bung Karno). Pak Xanana di LP Cipinang selama 7 tahun, bapak saya total menjalani 22 tahun penjara dan dibuang 3 kali,”
Di tengah canda, Megawati menekankan pentingnya keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner bagi seorang pemimpin. “Tanpa keyakinan, manusia bisa menjadi pengkhianat di tengah jalan hanya demi mencari keuntungan materi. Kita harus berusaha menjadikan jalan hidup kita bermakna,” ujarnya.
Usulan Kerja Sama Strategis
Megawati mengusulkan tiga kerangka kerja sama konkret untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertama, kerja sama maritim dan penanganan perubahan iklim melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kedua, kajian nasionalisme komparatif yang melibatkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ketiga, kerja sama antar-institusi partai untuk penguatan kaderisasi dan pelembagaan politik.
Dia juga menyatakan bahwa PDI Perjuangan membuka peluang berbagi pengalaman pelembagaan partai dengan partai politik di Timor Leste, khususnya CNRT.
Di akhir pidato, Megawati memberi semangat agar Timor Leste tidak merasa kecil dalam percaturan geopolitik dan mengusulkan agar semangat Dasasila Bandung dijadikan mekanisme formal saat Timor Leste menjabat Keketuaan ASEAN 2029.
“Masa depan itu kita yang menentukan, bukan orang lain,”
Megawati Sempat Kunjungi TMP Seroja
Sebelum pertemuan dengan Xanana, Megawati mengunjungi Taman Makam Pahlawan Seroja di Dili pada pagi hari. Ia tiba sekitar pukul 11.00 waktu setempat mengenakan tenun ikat biru dan kerudung putih, didampingi keponakannya Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.
Dalam kunjungan tersebut, Megawati mengisi buku tamu, memimpin penghormatan singkat, serta memimpin hening cipta. Ia meletakkan karangan bunga di kompleks makam dan menaburkan bunga di dua makam, disertai doa khidmat.
Ikuti Berita7.co.id
