Film horor Setan Alas terpilih sebagai film unggulan Festival Film Horor (FFHoror) edisi Februari 2026. Penghargaan Nini Suni untuk film terbaik diserahkan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (14/2/2026).
Penghargaan Individu dan Visi Festival
Selain Setan Alas, FFHoror juga memberikan apresiasi kepada para sineas di balik layar. Yusron Fuady, sutradara Setan Alas, dinobatkan sebagai sutradara terbaik. Kategori aktor terbaik diraih Rangga Azof melalui penampilannya dalam Kafir Gerbang Sukma, sementara Putri Ayudia memenangkan penghargaan aktris terbaik untuk film yang sama.
Ketua FFHoror, Chandra NZ, menjelaskan bahwa festival ini diselenggarakan sepanjang tahun dengan pengumuman rutin. “Selanjutnya, seluruh film terpilih akan dinilai dalam penilaian tahunan yang akan diumumkan tiap tanggal 13 Desember,” ujar Chandra.
Festival ini juga mengangkat isu penting mengenai upaya peningkatan kualitas film dan sineas horor Indonesia agar mampu bersaing di kancah global. “Diharapkan film horor Indonesia bisa menembus dan eksis dalam peredaran film global,” tambah Chandra.
Tantangan Film Horor Indonesia di Pasar Global
Diskusi dalam festival ini menyoroti dominasi film horor Korea Selatan yang semakin agresif di pasar bioskop Indonesia. Sutradara Toto Hoedi, Nanang Istiabudi (produser), dan moderator Irvan Handoko turut berbagi pandangan mengenai fenomena ini.
Nanang Istiabudi, yang telah berkecimpung di industri film sejak tahun 1990-an, menyatakan, “Penonton saat ini jauh lebih pintar dalam mengapresiasi film. Kemudahan akses menonton film global membuat mereka menuntut kualitas storytelling dan sajian visual yang jauh lebih matang.”
Terpilihnya Setan Alas di tengah persaingan ketat ini menjadi indikasi peningkatan kualitas film horor Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2026, film Janur Ireng juga keluar sebagai penerima Penghargaan Nini Suni.
(Video terkait: Michelle Ziudith Debut Main Film Horor: Kapok!)






