Film Indonesia terbaru berjudul Setan Alas! dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 5 Maret 2026. Sebelumnya, film ini telah meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023. Penghargaan tersebut meliputi kategori Film Terbaik, Penceritaan Terbaik, dan Penyuntingan Terbaik.
Karya Meta-Horor Yusron Fuadi
Film Setan Alas! merupakan produk dari Sekolah Vokasi UGM berkolaborasi dengan Akasacara Film. Sutradara Yusron Fuadi, yang sebelumnya dikenal dengan karya-karya seperti Tengkorak (2018), Darah Nyai (2025), dan Keadilan (2025), kembali mengusung pendekatan meta-horor dalam film terbarunya ini.
“Setan Alas! tidak hanya sebuah cerita yang menakut-nakuti. Saya ingin penonton tertawa, berpikir, dan menyadari bahwa rasa takut sering kali lahir dari cara kita memandang sesuatu,” ujar Yusron Fuadi kepada wartawan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, “Banyak orang merasa sudah tahu pola film horor. Justru di situ kami mencoba berdialog dengan penonton, mempertanyakan kembali pakem yang sudah dianggap biasa.”
Produksi film ini dimulai pada tahun 2022 dan rampung setahun kemudian. Film ini dibintangi oleh Adhin Abdul Hakim, Anastasia Herzigova, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, serta almarhum Ernanto Kusumo. Kehadiran Hanung Bramantyo dalam peran tak terduga juga menjadi salah satu kejutan yang dinanti.
Sinopsis ‘Setan Alas!’
Film Setan Alas! mengisahkan tentang Budi (Haydar Salishz), Ani (Putri Anggi), Iwan (Adhin Abdul Hakim), dan Amir (Winner Wijaya), sekelompok mahasiswa yang memutuskan menghabiskan waktu liburan di sebuah villa tua yang terpencil. Rencana liburan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika salah satu dari mereka meninggal dunia secara misterius.
Sejak kejadian tersebut, kecurigaan, prasangka, dan cara pandang yang berbeda terhadap rasa takut mulai muncul di antara mereka. Dalam kepanikan, mereka berusaha mencari pertolongan dengan menembus hutan. Namun, jalan keluar seolah tertutup oleh kekuatan supernatural yang tak kasat mata.
Amir meyakini bahwa ada kekuatan gelap yang mengendalikan situasi dan memburu mereka satu per satu. Terjebak di tempat terkutuk tanpa kepastian keselamatan, para mahasiswa ini dipaksa berpikir cepat dan bertarung melawan rasa takut demi mempertahankan hidup.






