Berita

Satpol PP Bogor Tertibkan 17 Lapak PKL Liar di Pasar Cibinong

Advertisement

Sebanyak 17 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri tanpa izin di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Bangunan-bangunan tersebut diketahui berdiri di lahan milik negara dan tidak memiliki izin resmi.

Penertiban Bangunan Liar

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan hasil kerja sama dengan Muspika Kecamatan Cibinong dan Dinas Lingkungan Hidup. “Pada kegiatan hari ini, Satpol PP Kabupaten Bogor bersama dengan Muspika Kecamatan Cibinong dan Dinas Lingkungan Hidup berhasil menertibkan atau membongkar 17 bangunan lapak pedagang kaki lima di lokasi tersebut,” ujar Rhama kepada wartawan pada Rabu (14/1/2026).

Proses pembongkaran yang dilakukan siang tadi melibatkan penggunaan alat berat. Sebagian pedagang memilih untuk membongkar bangunan mereka secara mandiri. Puing-puing hasil pembongkaran kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan lokasi penertiban segera dirapikan.

“Ada beberapa bangunan yang sudah dibongkar secara mandiri oleh pemilik bangunan tersebut dan yang masih berdiri dilakukan pembongkaran atau penertiban oleh Satpol PP dengan menggunakan alat berat dan manual dengan palu,” jelas Rhama.

Advertisement

Rhama menegaskan bahwa bangunan yang dibongkar merupakan bangunan tanpa izin yang berdiri di area jalan maupun di tanah milik negara. “Bangunan yang dibongkar adalah bangunan tanpa izin dan berdiri di lingkup jalan maupun di tanah negara,” imbuhnya.

Proses Penertiban Lancar

Menurut Rhama, seluruh rangkaian kegiatan penertiban berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan kepada para pemilik bangunan jauh sebelum pelaksanaan penertiban. “Kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Sebelum dilaksanakan penertiban, petugas telah memberikan surat pemberitahuan 7×24 jam kepada pemilik bangunan, untuk segera membongkar bangunannya secara mandiri,” tutupnya.

Advertisement