— JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan jaminan bahwa petugas keamanan (satpam) yang terlibat dalam insiden cekcok dengan sopir mobil Alphard di Bundaran HI tidak akan dipecat. Rano menyatakan bahwa permasalahan tersebut kini telah diselesaikan.

Menurut Rano, fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi akar kesalahpahaman yang terjadi antara kedua belah pihak. “Oh sudah, sudah dijawab, sudah selesai permasalahannya itu,” ujar Rano di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/7/2026).

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya miskomunikasi sebagai pemicu insiden, Rano berharap akar masalah tersebut dapat segera terungkap. “Iya artinya mudah-mudahan bisa ditemukan apa miskomunikasinya ada di mana ya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rano secara tegas membantah informasi yang beredar bahwa satpam tersebut akan diberhentikan akibat insiden tersebut. Ia memberikan kepastian bahwa petugas keamanan itu akan tetap melanjutkan pekerjaannya. “Enggak.. saya jamin tidak,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah insiden keributan antara pengemudi Toyota Alphard dan seorang satpam di area Bundaran HI sempat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Peristiwa ini bermula ketika pengemudi Alphard diduga menerobos lampu merah di area penyeberangan yang berada tepat di depan Hotel Pullman. Tindakan tersebut kemudian ditegur oleh petugas keamanan.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan kejadian tersebut. “Pengendara mobil menerobos lampu merah di penyeberangan depan Hotel Pullman,” kata Braiel saat dihubungi pada Rabu (22/7).

Braiel menjelaskan bahwa satpam tersebut menegur pengemudi Alphard dengan cara menggebrak kaca mobil. Pengemudi Alphard merasa tidak terima atas tindakan sekuriti tersebut, yang kemudian memicu adu mulut di antara keduanya. “Kemudian satpam menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil. Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan sekuriti tersebut dan terjadi cekcok mulut,” jelasnya.