JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memulihkan layanan publik. Salah satu indikator pemulihan tersebut adalah dibukanya kembali layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai yang sebelumnya sempat terhenti akibat persoalan keamanan.
Ribka menilai pemulihan layanan di RSUD Dekai tidak terlepas dari kepemimpinan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia menekankan pentingnya sinergi yang terjalin antara pemerintah provinsi, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menopang terciptanya situasi yang kondusif.
“Kemendagri beri apresiasi kepada Bupati Yahukimo yang telah mengambil langkah-langkah cepat dalam penanganan sejumlah masalah di Yahukimo dan dukungan dari semua pihak termasuk gubernur dan Forkopimda yang ada di sana,” ujar Ribka dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa layanan kesehatan di RSUD Dekai sebelumnya terganggu karena tenaga kesehatan dan medis enggan bertugas akibat situasi keamanan yang tidak kondusif. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pemenuhan hak dasar warga atas layanan kesehatan jika tidak segera ditangani melalui koordinasi lintas sektor.
Atas arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disebut telah melakukan pendampingan intensif. Pendampingan ini dilakukan melalui pendekatan dialog dan negosiasi dengan para pemangku kepentingan di Yahukimo.
“Rumah sakit yang sebelumnya ditutup kini telah kembali dibuka untuk pelayanan umum oleh pemerintah daerah melalui koordinasi dan negosiasi dengan seluruh pihak, termasuk bersama Kemendagri,” tambah Ribka.
Dalam proses pemulihan tersebut, Pemkab Yahukimo telah menggelar rapat koordinasi pada Jumat (20/2) yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tenaga kesehatan, serta perwakilan masyarakat. Rapat ini dilanjutkan dengan pertemuan Forkopimda bersama unsur TNI-Polri dan satuan tugas keamanan pada Sabtu (21/2), yang menekankan pendekatan humanis dan berorientasi pada perlindungan warga sipil.
Ribka menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi krusial bagi keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menciptakan situasi yang kondusif sekaligus memastikan tenaga kesehatan dapat kembali menjalankan tugasnya tanpa rasa khawatir.
Lebih lanjut, Ribka mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar, serta mendukung kebijakan pemerintah daerah. Tujuannya adalah agar situasi aman dan damai dapat terus terjaga di Yahukimo.
Pemda setempat telah memastikan bahwa seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya telah kembali beroperasi normal pasca-mogok kerja yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Ribka berharap kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus dipertahankan untuk mempercepat pemulihan layanan publik, melindungi tenaga kesehatan, dan memastikan warga dapat beraktivitas dengan aman demi mewujudkan Yahukimo yang damai, sehat, dan sejahtera.





