Berita7 — JAKARTA – Rekayasa lalu lintas (lalin) diterapkan di kawasan simpang kolong Cakung, Jakarta Timur, guna mencegah terulangnya kemacetan parah. Sebelumnya, lalu lintas di Jalan Raya Cakung-Cilincing sempat mengalami kemacetan yang signifikan akibat aktivitas bongkar muat truk.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menjelaskan bahwa rekayasa ini bertujuan untuk mengurai kepadatan. “Mengarah ke Jalan Cacing (Cakung-Cilincing), sementara diarahkan lurus dan berputar di U-turn (putaran balik) depan Polsek Cakung untuk menghindari ketersendatan di persimpangan,” ujar Harlem, merujuk pada penanganan lalu lintas untuk kendaraan berukuran besar.
Menurut Harlem, rekayasa ini khusus diberlakukan untuk kendaraan besar seperti truk. “Sementara untuk yang diarahkan berputar di depan Polsek Cakung hanya kendaraan besar,” tegasnya.
Sejak pukul 07.00 WIB, kondisi lalu lintas di Jalan Raya Bekasi, khususnya di simpang kolong Cakung, terpantau ramai lancar secara umum. Namun, peningkatan volume kendaraan mulai terjadi pada arus yang menuju Jalan Raya Cakung-Cilincing.
“Untuk situasi lalu lintas pagi ini di Jalan Raya Bekasi, baik yang mengarah Pulogadung maupun Bekasi ramai lancar. Untuk Jalan Cakung-Cilincing terjadi perlambatan namun arus lain mengalir karena masih ada antrean masuk Depo,” jelas Harlem.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di lapangan terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas secara situasional. Penyesuaian rekayasa arus akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Harlem mengimbau agar para pengendara mematuhi arahan petugas dan rambu lalu lintas yang ada. Hal ini penting untuk menjaga keamanan perjalanan dan mengendalikan arus kendaraan selama jam sibuk pagi.
Kemacetan parah sebelumnya terjadi di ruas Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur mengidentifikasi aktivitas bongkar muat truk di sejumlah depo sebagai penyebab utama kemacetan panjang tersebut.
“Betul, jadi penyebab kemacetan panjang itu akibat truk-truk bongkar muat di beberapa depo di Cakung,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Harnas Prihandito.
Kondisi ini menyebabkan kapasitas jalan berkurang karena banyaknya truk yang keluar masuk area depo, sehingga arus kendaraan tersendat, terutama pada jam-jam sibuk. Perlambatan arus lalu lintas di kedua jalan tersebut semakin terasa karena merupakan jalur utama bagi kendaraan pribadi, angkutan umum, dan kendaraan logistik.
Ikuti Berita7
