Jakarta – Tumpukan sampah seberat 137 ton mengapung dan menyumbat kawasan Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Oknum tak bertanggung jawab diduga menjadi dalang di balik pencemaran lingkungan yang viral di media sosial ini.
Tumpukan Sampah Menggunung
Dalam unggahan Instagram pada Sabtu (17/1/2026), terlihat jelas sampah plastik, potongan kayu, dan berbagai jenis limbah lainnya menggenang di perairan cokelat sekitar tanggul. Konsentrasi sampah yang pekat ini berada tak jauh dari permukiman warga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan sampah tersebut bukan berasal dari warga setempat. “Iya (sampah berasal dari oknum pihak swasta) orang tidak bertanggung jawab,” ujar Pejabat Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, saat dihubungi, Senin (19/1/2026).
Warga Tolak Praktik Ilegal
Yogi mengungkapkan, warga Muara Baru menolak keras praktik pembuangan sampah dan puing secara ilegal. Mereka tidak ingin disalahkan atas ulah segelintir oknum yang mencemari perairan.
Menurut warga, praktik liar ini telah menimbulkan dampak nyata, mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga peningkatan risiko banjir di kawasan pesisir. Ekosistem pesisir juga terancam rusak.
“Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan,” tegas Yogi, seraya menambahkan bahwa pengelolaan sampah wajib dilakukan sesuai aturan dan di lokasi yang semestinya.
Pelaku Akan Diproses Hukum
Yogi memastikan pelaku pembuangan sampah ilegal akan diproses hukum. DLH DKI Jakarta menganggap tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena berdampak langsung pada lingkungan warga.
“Iya, pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Yogi saat dihubungi, Senin (19/1/2026). Ia menjelaskan bahwa Satpol PP dan Gakkum DLH memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap pelaku.
137 Ton Sampah Berhasil Diangkut
Sebanyak 137 ton sampah telah berhasil diangkut oleh DLH Jakarta. Penanganan intensif dilakukan sejak Jumat (16/1) melibatkan ratusan petugas dan berbagai armada.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, merinci pengangkutan sampah:
- Hari pertama (Jumat, 16/1): 35 ton sampah terangkut.
- Hari kedua (Sabtu, 17/1): 25 ton sampah terangkut.
- Hari ketiga (Minggu, 18/1): 77 ton sampah terangkut.
“Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet,” ujar Asep dalam keterangan, Senin (19/1/2026). Penanganan juga didukung alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer.
DLH menerapkan metode pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu untuk menahan pergerakan sampah dan mempermudah pengumpulan.
“Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan. Target kami, sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari, dengan total sampah terangkut diperkirakan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan,” jelas Asep.
DPRD DKI Desak Sanksi Tegas
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, menyayangkan ulah oknum pembuang sampah tersebut. Ia mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas.
“Ya tentunya kita turut prihatin atas prilaku dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, oknum yang masih mengedepankan ego pribadi tanpa berpikir akan dampak yang ditimbulkan bisa merugikan orang lain atau bahkan dirinya sendiri beserta keluarganya,” kata Rani kepada wartawan, Selasa (20/1/2025).
“Untuk itu perlu diinvestigasi usut tuntas para oknum ini untuk diberikan sanksi tegas setimpal dengan perbuatan dan dampaknya agar jera dengan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” lanjutnya.
Rani menambahkan, jika pelaku adalah pihak swasta, izin usaha mereka bisa dicabut. Ia menekankan bahwa persoalan sampah tidak akan selesai tanpa kerja sama semua pihak.
“Kalau pihak swasta itu berupa instansi atau perusahaan, bila perlu cabut izinnya. Memang tanpa support bersama, masalah sampah ini tak akan pernah berujung selesai,” imbuhnya.






