Berita7 — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengumumkan rencana ambisius pemerintah untuk membangun fasilitas budidaya ikan di 40 ribu desa di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk memperkuat kemandirian pangan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas usai mengikuti rapat koordinasi terbatas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta jajaran pejabat terkait di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta. Ia menekankan bahwa program ini merupakan pekerjaan besar yang tidak kalah pentingnya dengan program Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Zulhas, pemerintah kini mengalihkan fokus pembangunan ketahanan pangan dari keberhasilan swasembada karbohidrat ke arah penguatan swasembada protein. Arahan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein domestik, tetapi juga menjadi salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan, seperti ikan dan udang.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menyiapkan dua program utama. Pertama, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kedua, pengembangan budidaya tematik di 40 ribu desa di seluruh penjuru negeri. Program desa tematik ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian desa dalam memproduksi sumber protein sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berdasarkan potensi daerah.
Pelaksanaan program skala besar ini memerlukan persiapan yang matang, sosialisasi yang menyeluruh, serta koordinasi erat lintas kementerian dan lembaga. Kementerian yang dilibatkan antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Desa, serta berbagai instansi terkait lainnya. Zulhas menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal pelaksanaan program ini secara menyeluruh demi mencapai hasil yang optimal, serupa dengan keberhasilan pengawalan program prioritas nasional lainnya.
Desa tematik budidaya ikan ini akan tersebar di berbagai desa yang memiliki potensi pengembangan perikanan, tidak terbatas pada kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Pengembangan ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian produksi protein nasional dan meningkatkan kapasitas ekspor Indonesia dalam memenuhi permintaan pasar global yang terus berkembang. Zulhas mencontohkan tingginya permintaan ikan patin dari Arab Saudi yang saat ini belum dapat dipenuhi secara optimal karena keterbatasan kapasitas budidaya di dalam negeri.
Melalui desa tematik, pemerintah akan lebih mudah menyesuaikan jenis komoditas ikan dengan kebutuhan pasar, didukung oleh penyediaan benih yang memadai dari jajaran teknis KKP. Komoditas yang akan dikembangkan tidak akan terbatas pada satu jenis ikan, melainkan disesuaikan dengan potensi daerah serta kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Program pembangunan 40 ribu desa tematik budidaya ikan ini ditargetkan selesai secara bertahap hingga tahun 2029. Zulhas optimistis bahwa program ini akan dimulai secepatnya, sehingga manfaat ekonominya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Ia memperkirakan dalam setahun ke depan, isu perikanan akan menjadi topik pembicaraan hangat di masyarakat, seiring dengan penguatan sektor perikanan nasional secara berkelanjutan.
Ikuti Berita7
