Washington DC – Presiden Prabowo Subianto membeberkan hasil pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membahas isu perdagangan bilateral. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela agenda Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza.
Perundingan Dagang yang Saling Menguntungkan
Prabowo menyatakan bahwa perundingan dagang antara Indonesia dan AS telah mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan menghormati. “Ya kita bahas masalah perdagangan di antara kedua negara. Perundingan sudah cukup lama, akhirnya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati. Saya kira bagus,” ujar Prabowo seperti disiarkan YouTube Setpres, Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang menjalani perundingan tarif dagang dalam waktu yang cukup panjang. “Intinya itu, kita kan termasuk yang mungkin paling lama ya berunding soal tarif itu perdagangan. Tapi bagus lah hasilnya,” imbuhnya.
Minat Investasi Pengusaha AS di Indonesia
Selain dengan Donald Trump, Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan 12 perwakilan pengusaha Amerika Serikat. Para pengusaha tersebut dilaporkan melihat peluang investasi yang menjanjikan di Indonesia.
“Ya mereka menyampaikan ya mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus. Mereka positif terhadap ekonomi kita,” jelas Prabowo.
Pertemuan Bilateral Eksklusif
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengonfirmasi bahwa hanya Presiden Prabowo yang melakukan perjanjian bilateral dengan Presiden Trump di tengah agenda Dewan Perdamaian.
“Jadi Bapak Presiden melakukan bilateral dengan Presiden Donald Trump, jadi kemarin ada lebih dari 15 Kepala Negara dan Pemerintah,” kata Teddy dalam jumpa pers yang disaksikan melalui YouTube Sekretaris Kabinet, Jumat (20/2).
Teddy menekankan bahwa Prabowo adalah satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral membahas tarif dagang dengan Trump. Setelah penandatanganan perjanjian, kedua pemimpin melanjutkan pembahasan dalam pertemuan tertutup.
“Jadi kemudian satu-satunya Kepala Negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo,” ungkap Teddy.
Pertemuan dengan 12 pengusaha AS ini merupakan tindak lanjut setelah Prabowo bertemu dengan Donald Trump. Para pengusaha tersebut diketahui sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia.





