Berita

Prabowo-Trump Bertemu, NasDem Dorong Pembahasan Board of Peace Demi Palestina

Advertisement

Jakarta – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia Anggraini, menyambut baik rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Amelia berharap dalam pertemuan tersebut, Prabowo dapat mengamankan kepentingan nasional, khususnya terkait kepastian pelaku usaha di sektor yang terdampak tarif impor Indonesia ke AS.

“Prinsip kami di DPR tentu mendukung diplomasi yang pro-kepentingan nasional, terutama untuk menjaga kepastian bagi pelaku usaha dan perlindungan bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap tarif,” kata Amelia kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Amelia menjelaskan bahwa substansi negosiasi tarif antara Indonesia dan AS telah selesai dirampungkan. Hasil kesepakatan tersebut akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah kepada publik dan DPR.

“Untuk isu tarif, angka 19% selama ini sudah menjadi acuan yang beredar luas sejak kesepakatan awal. Namun pemerintah juga menyampaikan prosesnya masih berada pada tahap finalisasi dokumen (legal drafting) dan menunggu penandatanganan di level kepala negara,” ujar Amelia.

Ia menambahkan, “Jadi, yang paling tepat: substansi negosiasi disebut sudah selesai, sementara rincian teknis dan implementasi biasanya akan dikunci setelah dokumen final diteken dan dijelaskan resmi kepada publik maupun DPR.”

Board of Peace dan Dukungan Palestina

Lebih lanjut, Amelia Anggraini mengingatkan pentingnya Indonesia untuk memastikan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Trump berjalan sesuai mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menekankan konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kalau Dewan Perdamaian ikut dibahas, saya melihatnya sebagai kesempatan memastikan setiap inisiatif perdamaian benar-benar sejalan dengan hukum internasional dan mandat PBB, serta tetap konsisten dengan posisi Indonesia yang mendukung perlindungan warga sipil dan hak-hak rakyat Palestina,” katanya.

Amelia berharap Board of Peace dapat beroperasi secara transparan dan berkontribusi menciptakan perdamaian di antara negara-negara yang berkonflik. Ia tidak ingin Indonesia hanya menjadi pengikut arus.

Advertisement

“Yang penting dijaga adalah transparansi tujuan, tata kelola, dan akuntabilitasnya agar Indonesia berperan membentuk agenda damai, bukan sekadar ikut arus,” ujarnya.

Menlu: Penandatanganan Tarif Menunggu Jadwal AS

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan bahwa penandatanganan kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat masih menunggu kepastian jadwal dari pihak AS.

“Belum. Belum ada lagi. Masih menunggu jadwal dari sana. Yang untuk tanda tangan itu kan? Belum,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Mengenai lokasi pertemuan, Sugiono memperkirakan akan berlangsung di Amerika Serikat, namun belum dapat dipastikan apakah di Washington D.C. atau Mar-a-Lago.

“Di Amerika. Enggak tahu nanti di Washington DC apa di Mar-a-Lago,” jelas Sugiono.

Selain agenda penandatanganan kesepakatan tarif, Sugiono menyebut pertemuan tersebut juga akan menjadi ajang pembaruan situasi global terkini, termasuk implementasi Board of Peace yang masih terus dikaji.

“Penandatanganan terhadap kesepakatan tarif dan pastinya nanti juga update situasi terkini, juga nanti akan kaitannya dengan Board of Peace ini pelaksanaan dan juga kan implementasinya ini kan masih terus dikaji, digodog,” jelas Sugiono.

Advertisement