Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi tudingan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang kerap dialamatkan kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam pandangannya, tuduhan tersebut perlu dipertanyakan mengingat kiprah TNI selama ini.
TNI Dituduh Pelanggar HAM, Prabowo Angkat Bicara
Prabowo menyampaikan pandangannya dalam acara peresmian Sekolah Polisi Perwira (SPP) Polri se-Indonesia di Polsek Palmerah, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026). Ia merasa prihatin melihat para petinggi TNI kerap mendapatkan makian dan tuduhan yang tidak berdasar.
“Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM,” ujar Prabowo.
Kiprah TNI yang Dipertanyakan
Lebih lanjut, Prabowo mengungkit rekam jejak TNI dalam menjalankan tugasnya. Ia menekankan bahwa TNI tidak pernah melakukan tindakan destruktif terhadap fasilitas publik yang vital bagi masyarakat.
“Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit, selama sejarahnya TNI, rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, sekolah, bom gereja atau masjid,” tegasnya.
Sindiran untuk Negara Barat
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung negara-negara Barat yang seringkali menyuarakan nilai-nilai HAM. Namun, menurut Presiden, tindakan mereka justru kerap bertolak belakang dengan apa yang mereka ajarkan.
“Negara-negara barat yang ngajarin HAM ke kita, saya nggak mau banyak komentar lagi lah, Anda tahu maksud saya. Jadi banyak kalau istilah dulu kita jarkoni, iso ngajar, ora iso ngelakoni,” pungkasnya, menyiratkan adanya kemunafikan dalam penerapan HAM oleh negara-negara tersebut.





