Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Periode 2025-2030 yang dirangkai dengan ‘Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa’ di Masjid Istiqlal pada Sabtu, 08 Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.
Penguatan Spiritual di Tengah Bencana
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa agenda ini diselenggarakan di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi berbagai ujian, khususnya bencana banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia.
“Dalam kondisi seperti ini, bangsa Indonesia membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial. Doa Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan persatuan dan empati bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Nusron Wahid.
Sinergi Ulama dan Pemerintah
Nusron Wahid menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terus melakukan langkah penanganan dan mitigasi bencana melalui penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan respons darurat, serta perlindungan masyarakat terdampak.
Dalam konteks tersebut, MUI memandang pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam memperkuat ikhtiar kemanusiaan. “Sebagai mitra moral dan sosial, MUI hadir untuk memperkuat ikhtiar tersebut melalui pendekatan keagamaan, penguatan empati, serta ajakan kepada umat untuk terlibat aktif dalam solidaritas dan kepedulian sosial,” lanjutnya.
Tokoh Agama dan Organisasi Akan Hadir
Rangkaian munajat dan doa keselamatan bangsa rencananya akan dipimpin oleh sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya KH Abdul Manan Ghani, KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, serta Ustadz Abdul Somad.
Sementara itu, pengukuhan pengurus MUI masa khidmat 2025-2030 akan dipimpin oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Kegiatan ini juga akan dihadiri pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dari seluruh Indonesia sebagai simbol kebersamaan ulama, umara, dan umat dalam merawat keselamatan dan persatuan bangsa.
MUI berharap dapat menghadirkan ruang kebersamaan yang menyejukkan, meneguhkan doa dan ikhtiar bersama, serta memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa demi Indonesia yang selamat, kuat, dan bermartabat.






