Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengonfirmasi bahwa gedung yang disiapkan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk pusat lembaga-lembaga umat Islam berlokasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Bangunan tersebut diketahui merupakan bekas gedung Kedutaan Besar Inggris.
Lokasi Strategis di Jantung Ibu Kota
Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa gedung yang akan difungsikan untuk umat tersebut berada di samping Jalan Thamrin, tepatnya di sebelah Hotel Grand Hyatt. Ia menyambut positif rencana penyediaan gedung ini, menilai langkah Presiden sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan peran dan kelembagaan umat Islam.
“Soal masalah gedung itu adalah bentuk komitmen beliau kepada kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai mayoritas kekuatan yang ada di Indonesia,” ujar Nusron di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026).
Kantor Bersama untuk Efisiensi Operasional
Gedung tersebut nantinya akan difungsikan sebagai kantor bersama bagi berbagai lembaga keumatan. Tujuannya adalah agar operasional lebih efisien dan terintegrasi, serta mengurangi beban overhead bulanan.
“Nanti akan dijadikan kantor bersama antara Baznas, Badan Wakaf Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, BPKH, dan instansi-instansi keumatan lain. Supaya mereka tidak lagi terbebani overhead tiap bulan dan fokus untuk memberdayakan umat,” jelas Nusron.
Berdasarkan informasi awal dari Kementerian Agama, gedung tersebut dirancang hingga sekitar 40 lantai. Namun, detail anggaran dan target pembangunan perlu dikonfirmasi lebih lanjut ke kementerian terkait.
Komitmen Prabowo Perkuat Peran Ulama
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran ulama dan lembaga keumatan. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Munajad Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah menyediakan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di depan Bundaran HI untuk pembangunan gedung MUI dan badan-badan umat Islam lainnya, termasuk Badan Zakat Nasional.
“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa gedung tersebut juga akan dapat dimanfaatkan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan ruang. Prabowo bahkan menyinggung rencana pembangunan gedung bertingkat tinggi di lokasi tersebut.
“Termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan, kita akan bangun gedung. Terserah Menteri Agama, berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 lantai,” ujarnya.
Berawal dari Permintaan Imam Besar Istiqlal
Rencana penyediaan gedung ini berawal dari permintaan Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga menjabat sebagai Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Prabowo mengaku sebelumnya tidak mengetahui secara pasti lokasi kantor MUI saat ini.
“Permintaan Imam Besar Istiqlal Profesor Nasaruddin kepada saya beberapa bulan yang lalu. Beliau juga sebagai Menteri Agama menyampaikan, ‘Pak, kantor MUI sekarang nggak jelas di mana.’ Saya pun maaf, tidak tahu persis di mana kantor MUI,” ucap Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa ke depan, kantor lembaga-lembaga Islam akan ditempatkan di kawasan pusat ibu kota, tidak hanya diisi gedung komersial.






