Berita

Prabowo Gelar Retret Kabinet Kedua, Dede Yusuf: Penting untuk Menyamakan Visi dan Misi

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar retret kabinet untuk kedua kalinya sejak pemerintahannya berjalan. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menilai kegiatan ini merupakan hal yang wajar dan penting dilakukan.

Menyamakan Visi dan Misi

Menurut Dede Yusuf, retret dalam konteks pemerintahan memiliki makna serupa dengan dalam militer, yaitu sejenak melepas kesibukan untuk fokus pada pembangunan dan menyamakan visi serta misi presiden dengan para pembantunya.

“Kalau dalam militer retreat itu artinya sejenak melepas kesibukan dan fokus pada pembangunan, artinya menyamakan visi dan misi presiden dengan para pembantunya,” kata Dede kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, tujuan lain dari retret ini adalah untuk memastikan koordinasi yang baik dan meminimalisir ego sektoral di antara kementerian.

“Supaya tetap terkordinasi dan meminimalisir ego sektoral kementerian,” sambung dia.

Hak Presiden dan Perluasan Konsep

Dede Yusuf, yang juga menjabat sebagai Waketum Partai Demokrat, menegaskan bahwa retret kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Ia berpendapat bahwa langkah ini justru menunjukkan keseriusan presiden dalam memastikan jalannya pemerintahan tetap efektif.

“Kami Demokrat juga sering lakukan retreat kepada kader-kader utama. Saya rasa itu hak presiden,” ujarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Dede mengusulkan agar konsep retret tidak hanya terbatas pada menteri dan kepala lembaga, tetapi juga perlu diterapkan secara berkala bagi para kepala daerah.

“Sama dengan retreat kepala daerah perlu juga setahun sekali,” tuturnya.

Evaluasi Kinerja Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo menggelar retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengevaluasi program kerja pemerintah untuk satu tahun ke depan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan makna retret bagi jajaran kabinet.

“Jadi makna retret bagi pemerintah, terutama bagi beliau sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan kan adalah, yang pertama tentunya memberikan pengarahan kepada kita semua, jajaran kabinet,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

“Dan tentunya diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka,” katanya.

Advertisement