Berita

Prabowo dan Trump Sepakati Tarif Dagang, Seskab Ungkap Peran Kedekatan Personal

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah resmi menandatangani sebuah perjanjian dagang. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menekankan pentingnya hubungan personal antar kepala negara dalam mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Peran Kedekatan Personal dalam Diplomasi

Teddy Indra Wijaya menyatakan, “Dalam perundingan antarnegara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.” Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Jumat, 20 Februari 2026, yang juga disertai foto Prabowo dan Trump.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo aktif menjalin kedekatan personal dengan para pemimpin dunia sebagai bagian dari perannya sebagai kepala negara. “Presiden Prabowo melakukan perannya sebagai seorang kepala negara/pemerintahan melalui diplomasi langsung dan kedekatan personal ke setiap kepala negara,” ujar Teddy.

Perjanjian Dagang Bersejarah

Seskab Teddy menjelaskan bahwa perjanjian dagang yang diteken antara Indonesia dan Amerika Serikat ini merupakan sebuah peristiwa bersejarah, mengingat kesepakatan tersebut melibatkan langsung kedua kepala negara. Ia menyoroti bahwa di tengah kehadiran lebih dari 15 kepala negara pada hari yang sama, hanya Indonesia yang berhasil melakukan kesepakatan langsung dengan AS, salah satu negara adidaya terkuat di dunia.

Advertisement

“Perjanjian dagang dengan Amerika Serikat sebagai salah satu negara super power dan terkuat di dunia, menjadi sejarah perjanjian dagang yang ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara. Apalagi di hari tersebut turut hadir lebih dari 15 kepala negara namun hanya Indonesia yang melakukan kesepakatan langsung,” ungkap Teddy.

Proses dan Manfaat Kesepakatan

Teddy membeberkan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari proses panjang dan berbagai pembicaraan tertutup. Namun, pemerintah menjamin bahwa setiap langkah yang diambil berorientasi pada kepentingan terbesar rakyat Indonesia.

“Tentu di dalam perjanjian ada pembicaraan tertutup antara kedua belah pihak yang tujuannya untuk sebesar-besarnya memberikan keuntungan kepada seluruh rakyat Indonesia,” tegas Teddy.

Advertisement