— Petugas kepolisian menyelesaikan penggeledahan sebuah ruko tiga lantai di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Jumat dini hari. Penyidik keluar dari lokasi sekitar pukul 04.15 WIB sambil membawa sejumlah barang bukti.

Penggeledahan berlangsung sekitar lima jam dan digelar dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi yang ditangani secara bersama-sama oleh Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.

Barang Bukti yang Dibawa

Monitor komputer, koper besar, dan tas jinjing warna kuning terlihat dibawa petugas ke bus penyidik. Satu koper besar digotong oleh dua petugas sebelum dimasukkan ke dalam kendaraan.

Beberapa barang lainnya terlihat ditenteng dan ikut dimasukkan ke bagasi bus. Setelah penggeledahan selesai, rombongan penyidik langsung meninggalkan lokasi.

Lokasi Ke-13 Dalam Rangka Pengembangan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ruko tersebut merupakan titik ke-13 yang digeledah dalam rangkaian penyidikan. Penggeledahan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan penyidikan sebelumnya.

“Penggeledahan di titik ke-13 ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan yang sebelumnya. Kita saksikan bersama masih dilaksanakan penggeledahan di salah satu ruko kaitan dengan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh joint investigation dari Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya,”

Budi menyatakan tindakan itu merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan saksi. Ia menambahkan kemungkinan masih ada lokasi lain yang akan digeledah dan pihaknya akan memberikan pembaruan setiap ada kegiatan.

Proses Pembukaan Akses dan Barang Yang Disita

Polisi membuka paksa ruko dengan memotong rantai memakai gerinda untuk mengakses lantai tiga. Budi belum merinci kepemilikan ruko tersebut.

Beberapa dokumen dan komputer telah diamankan penyidik. Namun, Budi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan isi dokumen yang disita karena proses inventarisasi masih berlangsung.

Penggeledahan Terkait Beberapa Kasus

Sebelumnya polisi juga menggeledah sejumlah lokasi, termasuk sebuah money changer, sebuah kafe di Cipete, dan sebuah rumah di Bogor. Dalam penggeledahan sebelumnya, penyidik menyita berbagai barang bukti, antara lain emas batangan dan valuta asing.

Rangkaian tindakan penegakan itu berkaitan dengan penyidikan tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Budi menegaskan pengusutan kasus-kasus itu mendapat atensi langsung dari Presiden.

“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,”

Budi menyebut pengusutan terkait dugaan korupsi pada beberapa entitas, termasuk dugaan korupsi batu bara PLN yang sempat memicu pemadaman di Sumatera, ASABRI, dan Krakatau Steel. Modus yang diselidiki meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.