JAMBI – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menghadiri peresmian Gedung Road Traffic Management Center (RTMC) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi pada Kamis (12/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus menyerahkan kendaraan operasional dan perangkat ETLE Mobile Handheld Presisi sebagai wujud komitmen Korlantas Polri dalam memperkuat transformasi digital demi peningkatan pelayanan publik.
Transformasi Digital dan Pelayanan Berhati
Dalam sambutannya, Irjen Agus mengawali dengan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Ia secara simbolis menyerahkan 2 unit kendaraan operasional dan 5 unit ETLE Mobile Handheld Presisi untuk mendukung tugas Ditlantas Polda Jambi. Jenderal bintang dua ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecanggihan teknologi dengan perubahan kultur personel di lapangan. Ia mengingatkan bahwa Polantas harus hadir melayani masyarakat dengan hati, sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Polantas harus menyapa dan melayani masyarakat dengan hati. Ingat, senyum Polantas adalah marka utama,” ujar Irjen Agus di Gedung RTMC Polda Jambi.
Secara nasional, Irjen Agus memaparkan bahwa angka fatalitas kecelakaan menunjukkan tren penurunan positif. Angka korban jiwa turun dari 26.000 pada 2024 menjadi 23.300 pada 2026. Namun, ia menegaskan bahwa tugas belum selesai dan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.
Persiapan Operasi Ketupat 2026 di Jalur Trans Sumatera
Menjelang persiapan Operasi Ketupat 2026, Irjen Agus bersama Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar dan para pemangku kepentingan lainnya telah meninjau Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino melalui Gerbang Tol (GT) Pijauan hingga Exit GT Sebapo, Jambi, pada Senin (23/2). Peninjauan ini dilakukan untuk mempersiapkan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di jalur Trans Sumatera.
Kakorlantas menyatakan bahwa jalur Trans Sumatera secara umum cukup terkendali. Ia berharap kendaraan sumbu tiga tidak beroperasi selama pelaksanaan mudik dan balik Lebaran. “Saya lihat (jalur) Trans Sumatra cukup terkendali, tetapi masih banyak kendaraan yang masih beroperasi. Mudah-mudahan nanti pada saat Operasi Ketupat, kendaraan yang over dimensi tidak melakukan operasional. Karena kita harus mengedepankan rekan-rekan dan saudara kita yang sedang mudik dan balik,” kata Irjen Agus.
Menurutnya, keberadaan Tol Trans Sumatera sangat strategis dalam mendukung distribusi arus kendaraan. Berdasarkan data traffic counting, volume kendaraan di ruas tol mencapai sekitar 5.000 kendaraan per hari. Hal ini diharapkan dapat membagi beban kendaraan di jalur arteri, mengoptimalkan kapasitas lalu lintas, dan memperlancar perjalanan pemudik menuju Palembang, Riau, hingga Padang.
“Adanya Trans Sumatera dan tol ini sangat strategis. Karena tadi saya cek bahwa traffic counting itu satu hari sampai 5.000 kendaraan untuk tol. Artinya, ketika kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri, sekarang bisa dibagi dengan adanya tol ini. Sehingga kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti yang menuju ke Palembang, Riau, termasuk ke Sumatera Barat,” tutur Irjen Pol. Agus.
Peran Strategis Gedung RTMC dan Kesiapan Operasi Ketupat
Terkait pelaksanaan Operasi Ketupat, penanganan di wilayah Jambi akan dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar. Persiapan pos pengamanan (pospam), pos pelayanan, hingga penempatan personel akan dilakukan secara matang. Latihan dan simulasi skenario operasi juga akan digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan. “Skenario-skenario disiapkan untuk meyakinkan bahwa negara hadir untuk menjamin selama Operasi Ketupat itu harkamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga,” pungkasnya.
Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar menyambut baik kehadiran dan dukungan Kakorlantas. Kunjungan ini menjadi suntikan motivasi bagi jajaran Ditlantas Polda Jambi untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional menjelang agenda besar nasional Mudik Lebaran 2026. Ia menyebut Gedung RTMC Ditlantas Polda Jambi akan menjadi ‘otak’ pengawasan di wilayah Provinsi Jambi, bukan sekadar kantor, melainkan pusat analisis informasi. Kamera pengawasan telah terpasang di sejumlah kabupaten untuk mitigasi kecelakaan dan penanganan kriminalitas jalanan.




