Berita

Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Sumatera Hampir Rampung, Akses Darat Mulai Pulih

Advertisement

JAKARTA, 29 Januari 2026 – Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera menunjukkan progres signifikan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana melaporkan bahwa perbaikan jalan nasional dan daerah di sejumlah lokasi terdampak bencana segera rampung. Sementara itu, perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan masih terus dikebut.

Progres Perbaikan di Masing-masing Provinsi

Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Amran, memaparkan kondisi terkini di beberapa provinsi. Di Provinsi Aceh, jalan dan jembatan nasional dilaporkan telah berfungsi sepenuhnya. Untuk jalan daerah, sekitar 90% telah kembali beroperasi. “Jalan ini tinggal sedikit ya. Kemudian jembatan sudah berfungsi 44,54% dari total keseluruhan jalan dan jembatan yang di Provinsi Aceh,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Perkembangan serupa terlihat di Provinsi Sumatera Utara. Seluruh jalan dan jembatan nasional di wilayah ini telah 100 persen berfungsi. Namun, perbaikan jembatan masih menjadi prioritas untuk diselesaikan. “Jalan daerah 96,89% berfungsi. Jembatan 28,13% yang sementara saat sekarang ini dilakukan penyelesaian,” jelasnya.

Di Sumatera Barat, jalan nasional juga telah berfungsi secara keseluruhan. Jalan daerah telah mencapai 88 persen fungsionalitas. “Tinggal sedikit. Sementara jembatan sudah berfungsi 54,93%,” tutur Amran.

Target Penyelesaian dan Perhatian Khusus

Amran menyatakan harapan agar proses perbaikan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. “Kita terus berusaha untuk hadir bersama semua tim Satgas di lapangan untuk mencapai target 100% penyelesaian baik jalan maupun jembatan. Sehingga akses kepada lokasi terdampak ini bisa terpenuhi 100%,” tegasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengidentifikasi sekitar 16 wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih memerlukan perhatian khusus. Masalah utama yang dihadapi meliputi jembatan putus dan longsor. Hal ini disampaikan Tito dalam rapat koordinasi lanjutan Satgas di Kantor Kemendagri pada Senin (26/1/2026).

Detail Wilayah Terdampak

Di Sumatera Barat, lima wilayah masih memerlukan perhatian khusus dari 19 daerah kabupaten/kota yang terdampak. Lima wilayah yang telah kembali normal adalah Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk Sumatera Utara, lima wilayah telah pulih dari total 18 wilayah yang terdampak. Wilayah yang sudah normal meliputi Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara. “Yang mendekati normal 11 kabupaten. Ada yang memerlukan atensi khusus meskipun tidak menafikan tentunya yang lain, yaitu Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Tapanuli Selatan yang terdampak buruk kemarin memang ada beberapa fasilitas pendidikan, saya ulangi, jalan provinsi yang masih ada hambatan di Tapanuli Selatan,” terang Tito.

Sementara itu, di Aceh, delapan wilayah masih membutuhkan perhatian khusus, terutama di daerah pegunungan. Tiga wilayah di dataran tinggi yang dimaksud adalah Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. “Itu rata-rata permasalahannya adalah jalan yang longsor atau hilang dan jembatan yang putus. Jalan nasional sudah masuk, sudah. Kalau tidak memakai jembatan sementara, dia memakai jalan alternatif dengan terobosan,” pungkasnya.

Advertisement