Jakarta – Inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui Sekolah Rakyat terus menuai perhatian, terutama dalam penerapan sistem tes potensi siswa berstandar global yang memanfaatkan artificial intelligence (AI). Tes potensi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Sosial selaku pelaksana program, guna memetakan calon siswa potensial secara akurat.
Solusi Strategis Tanpa Tes Akademik
Pemanfaatan teknologi AI dalam tes potensi dinilai sebagai solusi strategis, mengingat Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik dalam proses seleksi maupun pembelajaran. Pendiri ESQ sekaligus penggagas DNA Talent, Ary Ginanjar Agustian, mengungkapkan antusiasme siswa saat sesi tes. “Siapa yang merasa sukses angkat tangan,” ujar Ary dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (15/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Ary menjelang peresmian 166 Titik Sekolah Rakyat Rintisan dan Groundbreaking 104 Sekolah Rakyat Permanen se-Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). Ratusan siswa dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Jayapura, turut serta dalam sesi tersebut.
Sekolah Rakyat: Percontohan Global
Melihat tingginya antusiasme siswa, Ary Ginanjar meyakini tujuan utama tes DNA Talent tercapai. “(Sekolah Rakyat) Ini adalah sekolah pertama dan satu-satunya di Indonesia dan dunia yang kemampuan siswanya diukur kognisi dan bakat lainnya. Ini semua anak-anak jenius sesuai kecerdasan masing-masing. Ini bisa menjadi percontohan di Indonesia dan dunia,” tegas Ary Ginanjar.
Ary menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih personal, di mana setiap murid dididik sesuai dengan potensinya. Tes DNA Talent menggunakan model struktur tiga dimensi yang terdiri dari Drive (dorongan motivasi), Network (pola hubungan sosial), dan Action (gaya bertindak), yang dikonfirmasi stabil secara statistik dan sesuai standar psikometri internasional. “Di sekolah umum lainnya 92% anak bingung memilih jurusan bahkan 70% salah memilih jurusan,” ungkap Ary, menyoroti efektivitas tes ini dibandingkan metode konvensional.
Kesempatan Studi Lanjut dan Karier
Sebagai penemu tes Talent DNA, Ary menyatakan kesiapannya menerima 35 anak lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan studi di Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School pada tahun 2027. Sebanyak tujuh di antaranya bahkan berkesempatan untuk bekerja di institusinya. Ia meyakini kualitas lulusan Sekolah Rakyat tidak perlu diragukan lagi berkat pemetaan bakat yang cermat sejak awal penerimaan.
Apresiasi Menteri Sosial
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), turut mengapresiasi penerapan tes DNA Talent dalam memetakan potensi siswa Sekolah Rakyat. “Karena tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi artificial intelligence (AI) untuk memetakan potensi siswa. Untuk pertama kali ini, kami berterima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang telah mendukung dan menyediakan Tes DNA Talent,” ujar Gus Ipul saat melaporkan pelaksanaan Sekolah Rakyat di hadapan Presiden Prabowo.
Gus Ipul menambahkan bahwa Tes DNA Talent memungkinkan pemetaan potensi siswa dilakukan secara objektif, terukur, dan komprehensif, sehingga setiap peserta didik dapat memperoleh pendampingan yang tepat dalam mengembangkan potensi masing-masing. Berdasarkan hasil pemetaan, potensi siswa Sekolah Rakyat sangat beragam, mulai dari bidang sains dan teknologi, sosial, hingga bahasa.
Peluncuran Skala Nasional
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi. Program ini telah memberikan manfaat kepada 15.945 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial dan seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai terobosan berani dalam pengentasan kemiskinan. “Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini, dan saya terus terang saja cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita,” tutup Presiden Prabowo.






