— Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengumumkan rencana ambisius pemerintah untuk membangun fasilitas budidaya ikan di 40.000 desa di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan kemandirian pangan nasional, khususnya dalam penyediaan protein.

Zulhas menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari rapat koordinasi terbatas yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta pejabat terkait di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta. “Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, menyukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya,” ujar Zulhas.

Pergeseran Fokus Pembangunan Pangan

Pemerintah kini mengalihkan fokus pembangunan pangan dari sekadar swasembada karbohidrat menjadi penguatan swasembada protein. Agenda strategis nasional ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia tidak hanya mandiri dalam memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan.

Untuk mencapai target tersebut, dua program utama disiapkan: pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan pengembangan budi daya tematik di 40.000 desa. Program desa tematik ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian desa dalam memproduksi sumber protein sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Koordinasi Lintas Sektor dan Persiapan Matang

Pelaksanaan program berskala besar ini memerlukan persiapan yang matang, sosialisasi menyeluruh, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian yang terlibat meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Desa, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Zulhas menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal pelaksanaan program ini secara menyeluruh untuk memastikan keberhasilan yang optimal, seperti yang telah dicapai pada program-program prioritas nasional sebelumnya. “Ini perlu dikoordinasi sehingga ini kita kawal betul agar sukses seperti kita mengawal program-program yang lain,” ucapnya.

Desa Tematik Tersebar, Sesuaikan Kebutuhan Pasar

Desa tematik budidaya ikan tidak hanya dibangun di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, melainkan tersebar di berbagai desa yang memiliki potensi pengembangan perikanan. Pengembangan ini bertujuan memperkuat kemandirian produksi protein nasional dan meningkatkan kapasitas ekspor Indonesia.

Zulhas mencontohkan tingginya permintaan ikan patin dari Arab Saudi yang belum dapat dipenuhi secara optimal akibat keterbatasan kapasitas budidaya di dalam negeri. Keberadaan desa tematik akan memudahkan pemerintah dalam menyesuaikan jenis komoditas ikan berdasarkan kebutuhan pasar, dengan dukungan penyediaan benih dari jajaran teknis KKP.

Komoditas yang akan dikembangkan tidak terbatas pada satu jenis ikan, melainkan disesuaikan dengan potensi daerah serta kebutuhan pasar domestik dan internasional. “Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya,” tegas Zulhas.

Target Bertahap Hingga 2029

Pemerintah menargetkan pembangunan 40.000 desa tematik budidaya ikan ini akan selesai secara bertahap hingga tahun 2029. Langkah ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mempercepat penguatan sektor perikanan nasional secara berkelanjutan.