Berita

Pembersihan Lumpur Pascabencana Sumatera: Tito Karnavian Ungkap Kunci Pemulihan Akses dan Ekonomi

Advertisement

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa pembersihan lumpur merupakan langkah krusial dalam memulihkan wilayah yang dilanda banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini akan menentukan kecepatan warga kembali ke rumah, mengakses fasilitas umum, dan mengaktifkan kembali roda perekonomian.

Menurut Tito, sebagian besar area dataran rendah yang terdampak banjir bandang tertutup endapan lumpur tebal. Material ini tidak hanya merusak permukiman tetapi juga menutup akses jalan, pasar, dan fasilitas publik lainnya, sehingga pembersihannya menjadi prioritas utama dalam fase rehabilitasi.

“Di daerah lowland itu umumnya adalah banjir bandang, karena adanya tadi debit air yang sangat banyak, berikut material-materialnya yang bertumpuk dan kemudian lumpurnya juga selain merusak jembatan, jalan, juga kota, pemukiman, kampung, dan lain-lain,” jelas Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menunjukkan progres positif. Dari total 303 lokasi sasaran di ketiga provinsi, sebanyak 189 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya. Di Aceh, 156 dari 263 lokasi telah tuntas. Sementara itu, Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan seluruh 29 lokasi telah bersih dari lumpur. Pembersihan di Sumatera Utara masih berlanjut di beberapa titik.

Advertisement

Seiring dengan kemajuan pembersihan, jumlah pengungsi dilaporkan terus menurun. Hal ini mengindikasikan semakin banyaknya warga yang dapat kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.

“Dari yang pertama kali pada saat bencana (sebanyak 2.178.269 per 2 Desember 2025), sekarang sudah 74.369, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Tito.

Pembersihan lumpur ini juga membuka kembali jalur distribusi bantuan, mengaktifkan kembali pasar dan warung, serta memfasilitasi layanan kesehatan dan pendidikan agar dapat berjalan lebih normal. “Dengan fondasi itu, fase rehabilitasi di tiga provinsi terdampak kini bergerak lebih cepat menuju pemulihan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Advertisement