Berita7 — Pemerintah mengumumkan bahwa 500 unit hunian tetap (huntap) untuk korban bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berhasil dibangun dan rampung. Lebih lanjut, pemerintah menargetkan pembangunan 7.952 unit huntap baru yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan segera dimulai secara masif pada bulan September 2026.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyatakan bahwa proses tender untuk pembangunan huntap sudah berjalan lancar. Saat ini, pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan kendala kesiapan lahan di berbagai lokasi yang telah ditentukan.
“Tadi kita sudah melaporkan kepada Pak Mendagri, yang pertama proses tender sudah berjalan. Kita siap membangun bulan September,” ujar Maruarar dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7/2026).
Maruarar juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan lahan agar tidak menghambat pelaksanaan proyek pembangunan huntap. Ia menekankan pentingnya memastikan lokasi relokasi aman dari potensi bencana dan tetap memiliki akses yang memadai ke fasilitas publik agar masyarakat bersedia untuk menempatinya.
“Saya sudah minta dari awal, lahan yang disiapkan itu benar-benar aman. Jangan kita memindahkan masyarakat yang terkena bencana ke daerah yang tidak aman juga,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan akses masyarakat terhadap fasilitas penting seperti sekolah, pasar, rumah sakit, hingga tempat ibadah dalam perencanaan pembangunan huntap.
“Jadi supaya jangan nanti kosong, kalau dibuatnya jauh sekali nanti enggak ada yang mau menghuni,” jelasnya.
Maruarar menambahkan, di luar program yang didanai APBN, pembangunan huntap melalui skema gotong royong juga menunjukkan progres yang signifikan. Hingga kini, sekitar 500 unit huntap telah selesai dibangun dari total target 2.603 unit yang direncanakan melalui skema tersebut.
“Sekitar 500 huntap sudah selesai. Bukan huntara ya, huntap yang sudah selesai di tiga provinsi itu,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa huntap yang telah selesai tersebut akan segera diserahkan kepada masyarakat, mengingat para penyintas bencana sangat menantikan kepastian tempat tinggal.
“Kita sudah bisa menyerahkan kepada rakyat, bisa dihuni, karena mereka pengungsi ini sangat-sangat sekali berharap kita menyediakan hunian dengan cepat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan bahwa pembangunan huntap tersebut akan tersebar di 54 lokasi berbeda dengan total luas lahan yang dialokasikan mencapai 198,21 hektare.
“Jadi 7.952 unit dengan anggaran 2,2 triliun akan dibangunkan huntap kompleks. Lokasinya 54 kompleks dan total lahannya 198 hektare,” ujar Tito.
Ia merinci, anggaran sebesar Rp 2,2 triliun akan dialokasikan untuk membangun 7.952 unit huntap secara komunal atau di luar lokasi bencana semula (ex situ). Rincian pembagian unit tersebut adalah sebanyak 6.220 unit akan dibangun di Aceh, 919 unit di Sumatera Utara, dan 813 unit di Sumatera Barat.
Ikuti Berita7
