Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menanggapi dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Prabowo Subianto untuk kembali memimpin Indonesia pada periode 2029-2034. Andreas menilai bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih sangat jauh dan mengkritik fokus elite politik yang dinilainya terlalu dini membicarakan kontestasi elektoral.
Fokus Kerakyatan di Tengah Tantangan
“Pilpres masih jauh. Rakyat bosan dengan kekuasaan kalau para elite politik hanya bicara soal dari satu pilpres ke pilpres berikutnya,” ujar Andreas kepada wartawan, Minggu (8/2/2026). Ia menegaskan bahwa PDIP saat ini memprioritaskan program-program kerakyatan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan. Andreas merinci beberapa isu krusial yang dihadapi bangsa, termasuk lonjakan harga bahan pokok, penurunan daya beli masyarakat, bencana ekologi yang beruntun di berbagai daerah, serta maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat relokasi perusahaan ke negara lain.
“PDI Perjuangan fokus pada program-program kerakyatan, membantu rakyat menghadapi berbagai tantangan; bencana ekologi yang beruntun di berbagai daerah, PHK yang marak di berbagai perusahaan akibat hengkang ke negara lain, daya beli masyarakat yang semakin menurun, harga bahan kebutuhan pokok yang melonjak,” jelasnya.
PAN Pastikan Dukungan ke Prabowo, Cawapres Masih Dinamis
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengonfirmasi bahwa partainya akan memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029. Namun, Eddy menekankan bahwa keputusan mengenai calon wakil presiden (cawapres) masih bersifat dinamis dan akan bergantung pada berbagai faktor serta kerja sama politik yang terjalin.
“Saya kira Pak Zulkifli Hasan, ketua umum saya, pun dari awal sudah mengatakan bahwa PAN itu tidak ada urusan untuk permasalahan siapa yang akan kita dukung nanti di pilpres yang akan datang. Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai loh di luar Gerinda, yang konsisten mendukung Bapak Prabowo tiga kali dalam tiga pilpres,” kata Eddy kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Eddy menambahkan bahwa dukungan PAN untuk Prabowo belum tentu berarti sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Ia memastikan PAN akan mengevaluasi dan mempertimbangkan opsi-opsi terbaik yang tersedia pada 2029. Bahkan, Eddy secara pribadi mendorong Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, untuk mendampingi Prabowo.
“Gini, bagi saya, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold, tentu saya mendukung Pak Zulhas. Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu,” ungkapnya.
Isu mengenai dukungan politik ini muncul di tengah berbagai dinamika menjelang kontestasi politik di masa mendatang.






