Parma berhasil meniru skema sepak pojok Arsenal untuk meraih kemenangan 1-0 atas AC Milan dalam lanjutan Liga Italia di San Siro, Senin (23/2/2026). Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak oleh Mariano Troilo pada menit ke-80.
Skema Efektif dari Bola Mati
Gol kemenangan Parma tercipta melalui skema sepak pojok yang terorganisir. Tim tamu menumpuk banyak pemain di area kotak penalti Milan, mengganggu pandangan dan pergerakan kiper Mike Maignan. Bola kiriman dari sepak pojok diarahkan ke tiang jauh, memudahkan Troilo menanduk bola ke gawang yang tak terjaga.
Skema ini sangat mirip dengan yang kerap digunakan oleh Arsenal untuk mencetak gol. Tercatat, Arsenal telah mengoleksi 19 gol dari situasi bola mati di musim ini, menunjukkan efektivitas strategi tersebut.
Pengaruh Asisten Pelatih Arsenal
Keberhasilan Parma meniru skema Arsenal tidak lepas dari latar belakang pelatih mereka, Carlos Cuesta. Cuesta pernah menjabat sebagai asisten pelatih Mikel Arteta di Arsenal selama lima tahun, dari 2020 hingga 2025. Ia juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan pelatih bola mati Arsenal, Nicolas Jover.
Cuesta menegaskan bahwa bola mati memang menjadi salah satu senjata andalan Parma untuk mencetak gol. Ia selalu mengasah strategi ini dalam sesi latihan.
“Saat kami berlatih bola mati, kami berusaha agar para pemain siap mencetak gol,” ujar Cuesta, dikutip dari Football Italia.
Posisi Klasemen
Kemenangan ini membawa Parma naik ke posisi ke-12 klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 32 poin. Sementara itu, AC Milan gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan. Rossoneri kini tertinggal 10 angka dari rival sekotanya tersebut.




