Berita7 — JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengenai pentingnya kritik bagi jalannya pemerintahan. Viva menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak anti terhadap kritik.
Menurut Viva, Surya Paloh tidak secara eksplisit menyebut pemerintahan Prabowo antikritik. Sebaliknya, Paloh menyatakan bahwa pemerintah berada di jalur yang benar selama bersedia menerima koreksi dan kritik. “Pernyataan Pak Surya Paloh adalah bahasa yang normatif saja, tidak mengatakan pemerintah antikritik, tetapi menyatakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track) selama dan karena terbuka terhadap kritik dan koreksi,” ujar Viva dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Viva menambahkan bahwa dalam praktiknya, Presiden Prabowo selalu menghargai kritik sebagai elemen penting untuk menjaga kesehatan pemerintahan. “Dalam realitas empirisnya, Presiden Prabowo sering kali mengatakan bahwa pemerintah tidak antikritik. Justru kritik itu menjadi obat kuat agar pemerintah menjadi sehat, mekanisme checks and balances berjalan agar demokrasi sesuai arah konstitusi,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Viva, memiliki prinsip bahwa kritik bukanlah sebuah ancaman. Negara yang baik adalah negara yang mampu mengupayakan kebaikan bersama (common good) melalui kebijakan yang lahir dari kesediaan untuk mendengar pandangan yang berbeda. “Pemerintah berprinsip bahwa negara yang baik adalah negara yang selalu mengupayakan common good melalui kebijaksanaan yang dihasilkan dari kesediaan pemerintah untuk mendengar pandangan yang berbeda, karena kritik konstruktif bukan ancaman bagi pemerintah, melainkan mekanisme penyempurnaan kebijakan,” tuturnya.
Sebelumnya, Surya Paloh memang sempat menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah terhadap koreksi. Ia menyatakan bahwa Partai NasDem, sebagai bagian dari partai koalisi, akan tetap loyal. “Yang pertama saya katakan, memang itulah seluruh kebijakan pemerintah, di mana Partai NasDem ini adalah bagian dari partai koalisi, ya memang harus loyal di situ,” kata Paloh kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).
Paloh mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sejumlah pemikiran dan koreksi yang ingin disampaikan kepada pemerintah, namun memilih untuk menyampaikannya secara personal. “Ada pemikiran-pemikiran barangkali yang perlu kita katakanlah sumbangkan, yang mungkin saja belum berarti semuanya pas dan tepat dengan apa yang berjalan sebagaimana yang kita pahami,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa penyampaian ide dan saran tersebut tidak untuk konsumsi publik. “Tetapi saya pikir itu bukan untuk konsumsi publik untuk sementara ini. Saya lebih memilih menempatkan ide, pemikiran, saran, dan pandangan saya secara person-to-person untuk melakukan koreksi jika diperlukan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Paloh menilai pemerintah masih berada di jalur yang benar jika mau mendengarkan kritik atau masukan. Namun, kondisi akan menjadi gawat apabila pemerintah tidak lagi terbuka terhadap koreksi. “Apa pun itu, saya pikir saya masih menaruh harapan sepanjang koreksi itu terus-menerus dilakukan. Kita berjalan ke arah on the right track, ya. Namun, kalau kita sudah tidak mau lagi dikoreksi dan tidak mau ada perbaikan, nah itu baru gawat,” tandasnya.
Ikuti Berita7
