Berita7.co.id — Harga emas sempat rebound dan menembus level US$4.100 per troy ounce, tetapi para analis memperingatkan bahwa kenaikan berkelanjutan kemungkinan akan terbatas. Tekanan dari sentimen geopolitik dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan logam mulia.
Emas spot pada penutupan perdagangan naik 1,14% menjadi US$4.123,82 per troy ounce, menyusul sentuhan level terendah awal bulan sebelumnya. Meski demikian, proyeksi menuju beberapa bulan ke depan menunjukkan kecenderungan volatilitas dan rentang harga yang terbatas.
Pengaruh Geopolitik dan Kebijakan Moneter
Analis dari Metals Focus mencatat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong kenaikan harga energi, yang pada gilirannya memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan suku bunga oleh Federal Reserve.
Menurut catatan analis tersebut, kombinasi tekanan inflasi dan prospek kebijakan moneter yang ketat menempatkan emas dalam fase perdagangan yang berfluktuasi, setidaknya hingga akhir musim panas.
Peran Investasi dan Permintaan Musiman
Metals Focus juga menyoroti bahwa tren investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) turut menyumbang tekanan inflasi yang berkelanjutan, sehingga menyulitkan prospek penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Setelah koreksi pada bulan Juni, terdapat tanda-tanda pemulihan permintaan di beberapa pasar, termasuk China dan India. Namun analis menilai kenaikan permintaan tersebut berasal dari basis rendah dan bersifat moderat, dengan periode permintaan musiman yang lebih kuat diperkirakan baru akan muncul pada Agustus–September.
Proyeksi Harga Emas
Para analis Metals Focus memperkirakan emas akan memasuki periode konsolidasi selama musim panas, bergerak dalam kisaran yang telah terlihat beberapa bulan terakhir. Mereka menilai akan sulit bagi harga emas untuk menembus kisaran tinggi secara signifikan sebelum pasar memangkas ekspektasi pengetatan kebijakan.
Lebih jauh, analis menyampaikan bahwa jika Federal Reserve mempertahankan suku bunga kebijakan untuk sisa tahun ini, reli harga emas kemungkinan berlanjut setelah periode permintaan musiman meningkat. Di sisi lain, mereka juga mencatat pembuat kebijakan mungkin bersedia mentolerir inflasi di atas target untuk menghindari perlambatan ekonomi yang tajam, termasuk risiko resesi.
Faktor Struktural yang Masih Mendukung
Meskipun prospek jangka pendek diproduksi oleh dinamika geopolitik dan moneter, Metals Focus melihat sejumlah faktor struktural yang memicu reli emas selama setahun terakhir belum memudar. Emas batangan masih dipandang sebagai alat diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran atas prospek jangka panjang dolar AS, dan valuasi ekuitas yang tinggi.
Ikuti Berita7.co.id
