Jakarta – Rapat kerja Komisi VIII DPR bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwarnai momen tak terduga. Anggota Komisi VIII DPR yang juga musisi, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang akrab disapa Pasha ‘Ungu’, menyanyikan sepenggal lirik lagu dari grup band Noah di tengah sesi tanggapan fraksi.
Sorotan Potensi Bencana dan Edukasi Masyarakat
Insiden tersebut terjadi di ruang rapat Komisi VIII DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026). Pasha ‘Ungu’ mulanya menyampaikan kekhawatiran masyarakat, terutama di Jakarta, terkait potensi bencana seperti banjir rob. Ia mengungkapkan kesulitan dalam menjelaskan isu teknis kebencanaan kepada konstituennya.
“Ini ada desas-desus soal rob dan lain sebagainya ini, Pak, ini kan agak mengerikan. Kalau kami ditanya, kami tidak paham teknisnya, bagaimana kami harus menjelaskan?” ujar Pasha.
Ia kemudian mendesak BNPB untuk lebih proaktif dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Menurut Pasha, kolaborasi dengan anggota DPR dalam sosialisasi di daerah akan sangat membantu masyarakat memahami potensi risiko bencana. Ia juga menyinggung isu pemadaman listrik yang berpotensi berlangsung selama tujuh hari, yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, termasuk keluarganya.
“Sekarang ada lagi isu 7 hari padam. Ini sampai orang tua saya sampai tadi malam tuh ngobrol hanya soal 7 hari padam ini, kalau listrik mati ini seperti apa? Bapak saya, Pak, 78 tahun masih nanya soal itu,” tuturnya.
Pentingnya Riset dan Data Kebencanaan
Lebih lanjut, Pasha menyoroti pentingnya riset yang dilakukan BNPB terkait potensi bencana di berbagai wilayah. Ia memberikan contoh kasus di Sulawesi Tengah, di mana aktivitas pertambangan yang masif berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Ia juga menyentil potensi bencana serupa di wilayah lain seperti Jawa Barat.
“Kalau kasus di Sumatera Utara ini entah pertambangan, entah penebangan hutan, entah kebakaran dan lain sebagainya, faktanya longsor terjadi, Pak Kepala. Nah, Bapak sudah data belum di Sulawesi Tengah itu banyak sekali tambang-tambang itu, Pak? Itu di bawah aja banyak sekali kelompok masyarakat, Pak,” jelasnya.
“Meskipun Dapil saya bukan di Sulawesi Tengah, tapi itu kampung saya. Belum lagi di beberapa wilayah-wilayah yang lain, Jawa Barat termasuk itu, Pak,” sambung dia.
Harapan agar Bencana Tak Terulang
Di akhir pernyataannya, Pasha ‘Ungu’ menyanyikan sepenggal lirik lagu Noah, “Dan terjadi lagi… kisah lama yang terulang kembali.” Ia berharap agar peristiwa bencana serupa tidak terulang di wilayah lain. Pasha juga menyampaikan harapannya agar BNPB dan Kementerian Sosial diberikan umur panjang karena urusan penanggulangan bencana dan sosial tidak pernah berhenti.
“Kita berharap, Pak Pimpinan, ini kalau ada kementerian yang harus dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT, ini harusnya BNPB sama Kementerian Sosial, Pak. Kenapa? Urusan Bapak-bapak ini, Pak, tidak pernah putus,” pungkasnya.





