Berita

Misteri Kematian Sekeluarga di Tanjung Priok: Kulit Melepuh, Mulut Berbusa, dan Cairan Misterius

Advertisement

Jakarta – Kematian tragis ibu dan dua anaknya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (1/1/2026) malam masih menyisakan misteri mendalam. Kepolisian masih mendalami penyebab pasti tewasnya tiga anggota keluarga tersebut, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumah kontrakan mereka.

Kronologi Penemuan Jasad

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui sekitar pukul 20.00 WIB. Jasad yang ditemukan adalah Siti Solihah (50), anak pertamanya Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan anak keempat Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Dalam kejadian yang sama, anak ketiga Siti, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan dalam kondisi selamat dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Siti Solihah diketahui merupakan orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia. “(Yang meninggal) ibunya, anaknya perempuan, dan anak paling bungsu,” ujar Zen, anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, kepada wartawan pada Jumat (2/1/2026). Ia menambahkan bahwa ketua RT setempat sempat berteriak meminta ambulans segera dipanggil begitu mengetahui adanya korban jiwa.

Kondisi Korban yang Mengejutkan

Zen juga mengungkapkan bahwa Syauqi, anak ketiga yang selamat, menunjukkan kondisi fisik yang mengkhawatirkan. “Kondisi fisik dari yang selamat ada contoh melepuhnya. Nggak tahu (kondisi) kalau yang korban meninggal. Kalau yang selamat kulitnya melepuh,” tuturnya.

Tetangga korban, Aryuni Wulan Febri (51), yang turut melihat langsung ke dalam rumah, menceritakan kesaksiannya mengenai kondisi para korban saat ditemukan. “Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tahu kan,” ungkap Wulan saat ditemui di kediamannya di Warakas, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/1/2026).

Advertisement

Wulan menambahkan bahwa keluarga tersebut baru mengontrak di wilayah itu sekitar lima bulan. “Baru lima bulan,” katanya.

Pihak kepolisian membenarkan temuan tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso menjelaskan bahwa jasad ketiganya ditemukan oleh salah satu anak korban yang pulang kerja. “Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu, kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Onkoseno kepada wartawan pada Jumat (2/1/2026).

Penyelidikan Laboratorium Forensik

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban pada Jumat (2/1/2026). Tim Labfor mengambil sejumlah sampel, termasuk cairan dalam botol air mineral, serta bungkusan berisi serbuk dan gula.

Hingga kini, penyebab pasti kematian tiga orang di Tanjung Priok tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Kepastian akan didapatkan setelah hasil tes toksikologi dari pihak rumah sakit keluar.

Advertisement