— Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah adanya ancaman teror bom. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memberikan trauma healing kepada seluruh siswa dan siswi serta memulihkan suasana sekolah.

Kedatangan Abdul Mu’ti juga diikuti oleh tim psikologi dan aparat kepolisian untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung kembali dengan aman dan kondusif.

Abdul Mu’ti tiba di sekolah sejak pukul 06.30 WIB. Dia langsung menuju lapangan dan ikut serta dalam kegiatan senam bersama para siswa, berdiri paling depan mengikuti gerakan “Senam Anak Indonesia Hebat” yang dipimpin oleh siswa di podium.

Setelah senam, Abdul Mu’ti naik ke podium dan berkenalan dengan murid-murid. Dia sempat membagikan hadiah berupa tas dan buku serta menjanjikan sepeda bagi murid yang maju menjawab pertanyaannya. Tim Psikologi dari Polda Metro Jaya juga tampak hadir mendampingi kegiatan.

“Ini merupakan kegiatan yang memang diselenggarakan untuk menyemangati anak-anak ketika mulai pembelajaran. Dan tadi juga sempat berdialog dengan anak-anak murid baru yang kelas satu di sini. Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka sudah semangat untuk kembali belajar,” kata Mu’ti kepada wartawan usai acara di sekolah.

Mu’ti mengatakan penyelenggaraan acara tersebut didukung oleh Polri, Dinas Pendidikan, Himpunan Psikologi, guru, dan pejabat kawasan setempat. Ia menyatakan pelaksanaan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 berjalan lancar.

“Anak-anak juga kelihatan semuanya gembira, tidak ada ketakutan sama sekali. Dan ini yang ingin kita tumbuhkan terus sesuai dengan semangat dan juga sesuai dengan kebijakan kita MPLS yang ramah,” ungkapnya.

Trauma Healing dan Pendampingan Orang Tua

Mu’ti menjelaskan trauma healing dilaksanakan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi dan Polri. Selain memberikan penyuluhan kepada siswa, pihaknya juga mengadakan penyuluhan untuk orang tua guna memberi dukungan moral kepada anak-anak.

“Jadi orang tuanya juga tadi sudah dikumpulkan, diberikan penyuluhan untuk memberikan semangat ke anak-anaknya dan juga menciptakan situasi yang kondusif. Termasuk juga tentu saja untuk selanjutnya akan ada terus pemantauan dari kementerian dan juga Dinas Pendidikan,” ucap dia.

Pelaku Ditangkap

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY (34) telah diamankan.

“Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Penyelidikan mengungkap MY merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.

“Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7).

Iman menyebut pelaku sempat menjemput anaknya setelah mengirimkan pesan ancaman. Para siswa sempat dibubarkan dan diminta pulang setelah ancaman diterima.

“Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut,” imbuhnya.

Pelaku mengaku hanya iseng saat mengirimkan pesan ancaman ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pesan itu diketahui diterima oleh salah seorang guru dan pegawai tata usaha (TU) sekolah. Pelaku juga sempat melakukan panggilan telepon karena pesannya tidak dibalas.

Dalam pesannya, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik. Berikut isi ancaman tersebut:

SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!!

Setelah penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan bahan peledak di lokasi. Saat ini pelaku masih berstatus sebagai saksi. Polisi akan melakukan pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan motif di balik ancaman bom tersebut.