Malang – Penemuan jasad wanita tanpa identitas di aliran Sungai Jilu, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang sempat menggemparkan warga, akhirnya terungkap. Korban yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terikat dan mulut tersumpal, telah teridentifikasi sebagai seorang remaja perempuan berusia 17 tahun asal Kabupaten Nganjuk.
Identitas Korban Terungkap Melalui Proses Ilmiah
Dilansir dari detikJatim, korban yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, ditemukan oleh warga pada Selasa (17/2/2026) dalam kondisi tidak wajar. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan bahwa identitas korban berhasil dipastikan melalui serangkaian proses identifikasi forensik dan pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Malang.
“Identitas korban berhasil kami pastikan melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data oleh tim Inafis Satreskrim Polres Malang. Korban merupakan perempuan berusia 17 tahun asal Nganjuk,” ujar Muhammad Taat Resdi kepada wartawan pada Sabtu (21/2/2026).
Tim Gabungan Dibentuk untuk Usut Dugaan Pembunuhan
Sebelumnya, pihak keluarga telah melaporkan korban hilang setelah terakhir kali terlihat bertemu dengan seorang teman di wilayah Kota Malang. Sejak saat itu, korban tidak dapat dihubungi.
Menyikapi temuan ini, Taat menyampaikan bahwa pihaknya segera membentuk tim gabungan untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan tersebut. Penyelidikan intensif melibatkan kolaborasi antara Satreskrim Polres Malang, Resmob Bareskrim Polri, dan tim Jatanras Polda Jatim.
Tim Resmob Bareskrim Polri dipimpin langsung oleh Kasatresmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi, sementara tim Jatanras Polda Jatim berada di bawah komando AKBP Arbaridi Jumhur. Penanganan teknis di lokasi kejadian dikoordinasikan oleh Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar.
“Kasus ini menjadi atensi serius. Kami bekerja bersama tim gabungan Satresmob Bareskrim Polri dan Jatanras Polda Jatim untuk mengungkap pelaku dan memastikan proses hukum berjalan tuntas,” tegas Taat.
Tim gabungan masih terus bergerak di lapangan untuk mengumpulkan alat bukti dan memburu pelaku. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini.





