Sepakbola

Manchester City Akui Sedang Rapuh Usai Dibungkam Bodo/Glimt di Liga Champions

Advertisement

Manchester City menelan kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt dalam laga tandang Matchday 7 Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menambah rentetan hasil minor tim besutan Pep Guardiola setelah sebelumnya takluk dari Manchester United di laga derby.

Rapuh dan Mudah Runtuh

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Manchester City kesulitan bermain efektif. Bodo/Glimt bahkan sempat unggul tiga gol sebelum gol balasan dari Rayan Cherki. Situasi semakin pelik dengan kartu merah yang diterima Rodri.

Gelandang Manchester City yang memiliki darah Indonesia, Tijjani Reijnders, menegaskan bahwa timnya tidak meremehkan lawan. Namun, ia mengakui bahwa saat ini Manchester City sedang dalam kondisi rapuh dan mudah runtuh.

“Kami tidak pernah meremehkan mereka,” ungkap Reijnders, dikutip dari Sky Sports. “Kami tahu mereka cukup bagus di kandang sendiri, di lapangan rumput sintetis. Seharusnya kami bisa bermain jauh lebih baik, terutama karena kami menatap peluang lolos ke delapan besar. Sekarang itu ditentukan di laga terakhir (fase liga).”

Reijnders menambahkan, “Saat ini, kami rapuh. Kami tidak konsisten seperti sebelumnya. Ini sesuatu yang harus kami perbaiki dan atasi secepat mungkin.”

Advertisement

Tetap Bersatu Sebagai Tim

Menghadapi situasi sulit ini, Reijnders menekankan pentingnya kekompakan tim.

“Hal yang terpenting sekarang adalah kami tetap bersatu sebagai sebuah tim, terutama di saat-saat sulit dan terus melakukan hal-hal mendasar dengan baik,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Manchester City dalam upaya mereka lolos ke babak selanjutnya di Liga Champions, yang kini harus ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Advertisement