Jakarta – Maarten Paes dikabarkan segera bergabung dengan Ajax Amsterdam. Kedatangan pemain Tim Nasional Indonesia ini berpotensi langsung menempatkannya sebagai kiper nomor satu di klub berjuluk De Godenzonen tersebut.
Potensi Jadi Kiper Utama
Paes dilaporkan akan pindah ke Ajax pada bursa transfer musim dingin ini. Raksasa Liga Belanda tersebut dikabarkan telah sepakat untuk menebusnya dari FC Dallas dan akan mengontraknya selama 3,5 tahun hingga 2029. Dengan kepindahan ini, Paes memiliki kans besar untuk langsung menjadi kiper utama Ajax, menggeser dua penjaga gawang lainnya, Vitezslav Jaros dan Remko Pasveer.
Analisis Posisi Kiper Ajax
Saat ini, Ajax lebih sering menurunkan Vitezslav Jaros sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang. Kiper berusia 24 tahun asal Republik Ceko itu telah tampil sebanyak 22 kali di berbagai ajang, dengan catatan 36 kali kebobolan dan 5 kali clean sheet. Namun, status Jaros sebagai pemain pinjaman dari Liverpool hingga akhir musim menjadi pertimbangan tersendiri.
Sementara itu, kiper pelapis, Remko Pasveer, yang merupakan kiper senior asal Belanda, kini telah berusia 42 tahun. Kondisi ini tentu menyulitkan Pasveer untuk tampil secara reguler. Musim ini, ia baru bermain 7 kali di semua kompetisi, kebobolan 17 kali, dan belum mencatatkan clean sheet.
Profil Maarten Paes
Maarten Paes datang ke Ajax dengan usia yang masih matang, yaitu 27 tahun, dan berpotensi menjadi kiper masa depan klub. Musim lalu bersama FC Dallas, Paes tampil dalam 23 pertandingan, kemasukan 45 gol, dan mencatat 3 clean sheet. Performa pemain yang telah mengoleksi 10 caps bersama Timnas Indonesia ini sempat terganggu oleh cedera.
Jika kepindahannya terealisasi, Paes akan menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi lini pertahanan Ajax. Saat ini, tim asuhan Fred Grim tersebut masih bersaing di papan atas klasemen Eredivisie. Ajax Amsterdam menempati peringkat ketiga dengan 37 poin, tertinggal dari PSV Eindhoven (53 poin) dan Feyenoord (39 poin). Selain itu, Ajax juga masih berkompetisi di Liga Champions, meskipun telah tersingkir dari Piala KNVB.






