Berita

Kunjungan Perdana ke IKN, Prabowo Subianto Jawab Spekulasi Proyek Mubazir

Advertisement

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menilai kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (12/1/2026) telah menjawab spekulasi mengenai proyek IKN yang dianggap mubazir. Menurutnya, kunjungan tersebut membawa dua pesan politik penting.

Dua Pesan Politik dari Kunjungan Prabowo

Pesan politik pertama, kata Rifqinizamy, adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang menetapkan IKN sebagai ibu kota politik pada tahun 2028. Perpres ini ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo.

“Kita senang itu pesan politik. Pesan politik pertama adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 kan, yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik di tahun 2028 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo,” ujar Rifqinizamy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Pesan politik kedua, lanjutnya, ditunjukkan melalui kehadiran fisik Presiden Prabowo di IKN. Kunjungan ini menegaskan perhatian serius Prabowo terhadap IKN, bukan sekadar peninjauan proyek.

“Pesan politik kedua kemarin. Presiden Prabowo hadir dan ingin memberikan pesan kepada kita bahwa beliau bukan sekadar mengunjungi dan meninjau tapi juga memberikan perhatian kepada IKN,” jelasnya.

Rifqinizamy menambahkan, kehadiran Prabowo sangat penting untuk membantah keraguan yang berkembang selama ini.

“Saya kira ini penting untuk menjawab spekulasi yang selama ini berkembang bahwa IKN ini semacam proyek yang mubazir,” tegasnya.

Status IKN Final, Komitmen Harus Dijalankan

Rifqi menegaskan bahwa secara hukum, status IKN sebagai ibu kota negara sudah final. Anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan IKN pun telah mencapai hampir Rp 100 triliun.

Advertisement

Oleh karena itu, ia menilai tidak ada lagi ruang untuk mundur dari komitmen pembangunan dan pemanfaatan IKN.

“Akan sangat mubazir kalau kemudian pemerintah tidak segera memanfaatkan IKN sebagai Ibu Kota Negara. Bahwa misalnya dari seluruh kementerian lembaga yang ada dari 1,3 juta ASN pusat yang ada itu dicicil itu menurut saya bagian dari strategi taktis saja,” paparnya.

“Tapi yang penting adalah komitmen pemerintah sesuai dengan undang-undang dan perpres itu harus dilaksanakan,” pungkasnya.

Prabowo Bermalam di IKN

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke IKN merupakan yang pertama kalinya sejak menjabat sebagai presiden. Setibanya di IKN pada Senin (12/1), Prabowo disambut oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono beserta jajarannya.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau sejumlah titik strategis pembangunan di kawasan IKN untuk memantau langsung progres dan kesiapan infrastruktur yang sedang dikembangkan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa Presiden Prabowo bermalam di IKN setelah melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru dan Balikpapan.

“Setelah tadi pagi dari Banjar Baru di Kalimantan Selatan dan siangnya di Balikpapan Kalimantan Timur, lalu menginap di IKN,” kata Teddy.

Advertisement