Kejadian kurang mengenakan mewarnai konser Pentas RadjaWali di Idea Live Arena, Petaling Jaya, Malaysia, pada 10 Januari 2026. Konser tersebut mendadak terhenti saat grup band Wali membawakan lagu ‘Ada Gajah di Balik Batu’, menimbulkan kekecewaan di kalangan penonton.
Promotor Buka Suara
Menanggapi insiden tersebut, pihak promotor angkat bicara dan menegaskan bahwa masalah ini bukan disebabkan oleh musisi yang tampil. Mubarak Akhtar, perwakilan promotor, menyatakan melalui rilisnya pada Selasa (20/1/2026), “Kelambatan acara terjadi akibat gangguan sistem tiket dan lemahnya jaringan internet di lokasi, bukan karena artis.”
Lebih lanjut, promotor menyayangkan tindakan pengelola venue yang mematikan sistem bunyi tepat pukul 12.00 malam tanpa adanya koordinasi. “Kami sudah memohon kelonggaran waktu agar Wali Band bisa menutup konser dengan layak. Bahkan kami siap menanggung denda, asalkan penonton puas,” tegasnya.
Radja Bantah Tuduhan Terlambat
Grup band Radja, yang juga turut tampil dalam konser tersebut, memberikan klarifikasi terkait tudingan keterlambatan. Ian Cs menyatakan bahwa penampilan mereka telah sesuai dengan arahan dan kontrak yang disepakati bersama penyelenggara. Mereka membantah keras tudingan datang terlambat.
“Dalam kontrak minimal 12 lagu, kami malah service jadi 13 lagu. Soal durasi, kami mengikuti sepenuhnya arahan organizer,” ungkap Radja. Ia menambahkan, “Kalau kami telat, tidak mungkin masih sempat foto dan potong tumpeng di backstage. Semua sudah sesuai koordinasi.”
Radja sangat menyesalkan kejadian yang terjadi dan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan penampilan mereka. “Kami menyesalkan kejadian kemarin, tapi itu tidak ada hubungannya dengan penampilan dan profesionalitas kami,” tutup Radja.
Langkah Hukum dan Konser Pengganti
Menyikapi situasi ini, promotor menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap pengelola venue. Sebagai bentuk permintaan maaf kepada penonton di Malaysia, promotor juga menjanjikan akan menggelar konser pengganti untuk Radja dan Wali Band.






