— Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyampaikan dorongan perbaikan menyusul kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto atas kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Menurut Lalu, aspirasi menembus Piala Dunia wajar mengingat besarnya antusiasme publik terhadap sepakbola.

Namun ia menekankan bahwa semangat saja tidak cukup. Diperlukan perencanaan dan kerja konsisten untuk mengangkat kualitas sepakbola nasional hingga mampu bersaing di kancah internasional.

Fokus Pada Pembinaan dan Kompetisi

Lalu menyarankan perbaikan pada pembinaan pemain sejak usia dini dan penguatan kompetisi domestik. “Regenerasi pemain harus berjalan berkelanjutan, sementara liga yang kompetitif akan membentuk pemain dengan kualitas teknik, fisik, dan mental yang siap bersaing di level internasional,” ujar Lalu kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Ia juga menyoroti perlunya kesinambungan program tim nasional agar pembangunan tidak terganggu oleh perubahan kebijakan atau pergantian kepengurusan. “Program tim nasional juga perlu dijaga kesinambungannya agar pembangunan tidak terganggu oleh perubahan kebijakan atau kepengurusan,” tambahnya.

Investasi Pelatih dan Fasilitas

Selain pembinaan pemain, Lalu mendorong investasi pada aspek pelatih, ilmu olahraga, fasilitas latihan, dan tata kelola. Menurutnya, elemen-elemen ini harus diperkuat untuk menghasilkan atlet yang kompeten.

“Investasi pada pelatih, sport science, fasilitas latihan, dan tata kelola sepak bola harus terus diperkuat,” kata Lalu.

Seruan Sinergi Pemangku Kepentingan

Lalu optimistis Indonesia masih bisa menargetkan lolos ke Piala Dunia 2030 bila seluruh pemangku kepentingan bergerak dengan visi yang sama dan konsisten membangun ekosistem sepakbola secara berkelanjutan.

“Saya optimistis target lolos ke Piala Dunia 2030 bisa diperjuangkan apabila seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, PSSI, klub, akademi, hingga masyarakat, memiliki visi yang sama dan konsisten membangun ekosistem sepakbola Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.

Resah Presiden Soal B50 dan Piala Dunia

Prabowo sebelumnya menyatakan rasa resahnya karena menilai Indonesia mampu menjalankan program Biodiesel 50 (B50) namun masih belum bisa menembus Piala Dunia. Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan di acara peluncuran B50 di Rest Area Km 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/7).

Dalam sambutannya Prabowo mempertanyakan prioritas dan tanggung jawab untuk mencapai target tersebut. “Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia saya masih tidak puas,” ucap Prabowo.

Prabowo lantas meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk mengejar target lolos Piala Dunia. Karena Erick tidak hadir di lokasi, Prabowo meminta Boy Thohir, kakak Erick yang hadir, agar menyampaikan pesannya kepada sang adik.

“Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Jangan anggap enteng sepak bola itu kehormatan. Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir mana? Boy? Kasih tahu adikmu ya,” kata Prabowo saat itu.