Berita7 — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan. Menurut Zulhas, selama ini nelayan kerap kehilangan daya tawar saat menjual hasil tangkapan ikan mereka akibat permainan tengkulak.
“Bayangin aja nelayan kita itu kan rajin-rajin, dia melaut dapat ikan. Ikannya banyak, sampai di darat dia nggak punya daya tawar. Tengkulak bermain,” ujar Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (22/7/2026).
Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun 2026. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan melalui penyediaan infrastruktur yang lebih modern dan terintegrasi.
Zulhas menjelaskan bahwa program tersebut merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki sistem usaha perikanan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Ia menambahkan bahwa nelayan seringkali menghadapi kendala dalam hal penyimpanan dan pemasaran hasil tangkapan. Kondisi ini memaksa mereka menjual ikan kepada tengkulak dengan harga rendah, demi menghindari penurunan mutu atau pembusukan sebelum sempat dipasarkan.
Melalui KNMP, pemerintah berencana membangun berbagai fasilitas pendukung seperti balai lelang, cold storage, pabrik es, dan tambatan kapal. Selain itu, program ini juga akan menghubungkan distribusi hasil tangkapan nelayan dengan pasar yang lebih luas dan terintegrasi.
Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, nelayan akan memiliki opsi untuk menyimpan hasil tangkapan ketika harga sedang rendah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi keterpaksaan menjual ikan kepada tengkulak dengan harga yang merugikan.
“Jadi kalau nelayan bawa ikan banyak, ditawar murah-murah (oleh) tengkulak, dia bisa nggak jual, ditaruh dulu di cold storage. Kalau nggak laku juga, koperasi beli kerja sama dengan SPPG, gitu,” papar Zulhas.
Lebih lanjut, Zulhas menyebutkan bahwa ekosistem usaha juga disiapkan untuk menyerap hasil tangkapan nelayan apabila belum terserap pasar, termasuk melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia juga membandingkan nilai tukar nelayan yang saat ini berada pada angka 103, dengan nilai tukar petani padi yang telah meningkat menjadi 127 berkat berbagai program penguatan sektor pertanian.
Zulhas melaporkan bahwa beberapa Kampung Nelayan Merah Putih yang telah beroperasi menunjukkan hasil positif, dengan peningkatan produktivitas mencapai 30 persen dan pertumbuhan ekonomi kawasan berkisar antara 5,4 hingga 16 persen.
Pemerintah optimistis bahwa jika program KNMP berjalan sesuai target, nilai tukar nelayan dapat meningkat melampaui 120 dalam dua tahun ke depan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Saat ini, pembangunan KNMP terus berjalan, dengan 65 kawasan telah terealisasi. Zulhas menargetkan jumlah KNMP segera mendekati 100 lokasi sebagai bagian dari upaya percepatan pencapaian sasaran 1.369 KNMP.
Ikuti Berita7
