Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menanggapi keluhan warga mengenai kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas olahraga di lapangan padel. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kenyamanan dan ketertiban lingkungan dalam pengoperasian fasilitas olahraga tersebut.
Perlunya Peredam Suara dan Pembatasan Jam Operasional
Menurut Hetifah, setiap lapangan padel yang beroperasi harus mematuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan. “Saya mendorong pemerintah daerah memastikan setiap pembangunan lapangan padel memenuhi aturan tata ruang dan analisis dampak lingkungan, termasuk standar ambang batas kebisingan,” ujar Hetifah saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).
Ia secara spesifik mendorong adanya syarat penggunaan peredam suara pada lapangan padel. “Jika diperlukan, pengelola mesti memasang peredam suara serta membatasi jam operasional agar tidak mengganggu warga sekitar,” tambahnya. Hetifah memandang positif perkembangan olahraga padel, namun tetap menekankan keseimbangan antara kemajuan olahraga dan kepentingan masyarakat. “Intinya, olahraga harus berkembang, tetapi tidak mengganggu kepentingan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Respons Gubernur DKI Jakarta
Keluhan mengenai kebisingan lapangan padel ini mencuat setelah seorang warga di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, membagikan pengalamannya di media sosial Threads pada Kamis (19/2). Warga tersebut mengeluhkan suara bising yang mengganggu aktivitasnya dan warga sekitar, serta menyebutkan bahwa laporan melalui aplikasi JAKI dan kanal resmi Pemprov DKI Jakarta belum mendapat respons.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan segera memanggil para pengelola dan pemangku kepentingan terkait. Pemanggilan ini bertujuan untuk membahas persoalan kebisingan dan memastikan seluruh perizinan serta operasional usaha padel sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Minggu depan saya akan mengundang seluruh stakeholder yang khusus berkaitan dengan izin padel ini. Saya minta dipresentasikan,” kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.





