Berita

Kemlu Pastikan 37 WNI Aman di Venezuela Pasca Penangkapan Nicolas Maduro

Advertisement

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa kondisi di Venezuela telah berangsur stabil dan normal pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Sebanyak 37 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut dilaporkan dalam keadaan aman.

Situasi Venezuela Berangsur Normal

Plt PWNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Duta Besar RI di Caracas, Fikry Cassidy, aktivitas di Venezuela mulai pulih. “Situasi sudah stabil, jadi toko-toko sudah buka, lalu lalang kendaraan juga sudah mulai normal. Kalau ada pemeriksaan-pemeriksaan sudah seperti kalau di kita lah pemeriksaan SIM dan lain-lainnya, tapi bukan chek point yang memang ini. Memang ada demo-demo tapi masih terkendali,” ujar Heni saat dihubungi, Kamis (8/1/2025).

Ia menambahkan bahwa jalanan yang sebelumnya sepi kini sudah ramai oleh kendaraan. “Kondisi saat ini sudah stabil dan berangsur normal dan 37 WNI dalam keadaan aman. Tadinya jalanan sepi, sekarang sudah banyak mobil berlalu-lalang,” tuturnya.

Rencana Kontinjensi dan Kelangkaan Bahan Bakar

Menyikapi potensi memburuknya situasi, Kemlu RI melalui KBRI Caracas telah menyiapkan rencana kontinjensi. “Rencana kontinjensi itu pasti kita buat, jadi kalau nanti memburuk, baru evakuasi,” jelas Heni.

Advertisement

Sebelumnya, sempat terjadi kelangkaan bahan bakar di Venezuela. Namun, hal tersebut disebabkan oleh penutupan tempat pengisian bahan bakar, bukan karena ketiadaan stok. “Kalau menurut Pak Dubes, sudah berangsur stabil, udah normal. Kalau kemarin hari Sabtu ada kelangkaan bahan bakar, kelangkaan bahan bakar pun bukan karena nggak ada bahan bakar, tapi karena tutup,” imbuh Heni.

Penangkapan Maduro dan Respons Internasional

Penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada Sabtu (3/1) dini hari merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Operasi ini menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.

Juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, sebelumnya menyatakan bahwa KBRI Caracas terus memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di Venezuela. “Mengenai upaya mengamankan WNI di Venezuela, KBRI Caracas terus memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di sana, dan juga telah membuat contingency plan (rencana darurat),” kata Vahd kepada wartawan, Selasa (6/1).

Advertisement