Jakarta – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, menggelar acara ‘MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia’ di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini dirancang untuk menampilkan perjalanan talenta seni budaya Indonesia, mulai dari tahap pembibitan hingga kiprah mereka di kancah internasional, sebagai bagian integral dari ekosistem seni budaya yang terus berkembang.
Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya
Program ini merupakan implementasi dari Manajemen Talenta Nasional (MTN), sebuah prioritas nasional yang digagas oleh Kementerian PPN/Bappenas. Khusus untuk bidang seni budaya, pengelolaan program ini berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan. Dalam acara tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Wakil Menteri Giring Ganesha Djumaryo, menyerahkan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai konsisten dalam melahirkan talenta-talenta Indonesia yang mampu bersaing di panggung internasional. Beberapa penerima penghargaan termasuk 88 Rising, Dangdut Academy, dan Indonesian Idol.
Fadli Zon menekankan pentingnya pengembangan talenta seni budaya sebagai elemen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menegaskan bahwa MTN Seni Budaya bukanlah program temporer, melainkan sebuah inisiatif nasional yang keberlangsungannya dijamin oleh kebijakan negara. “Negara hadir bukan hanya merayakan talenta, tetapi untuk merawat secara berkelanjutan, lintas sektor, lintas generasi,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (12/2/2026).
Lebih lanjut, Fadli menambahkan bahwa tantangan utama saat ini bukanlah kekurangan talenta, melainkan bagaimana memperluas akses dan membangun jalur pengembangan yang adil bagi setiap talenta di seluruh Nusantara. Oleh karena itu, penguatan ekosistem ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, komunitas, pemerintah daerah, industri, lembaga pendidikan, sektor swasta, serta mitra internasional. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem seni budaya yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa talenta seni budaya Indonesia tidak hanya hadir sesaat di panggung, tetapi juga bertumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi jangka panjang bagi kebudayaan bangsa. Talenta tidak boleh berhenti hanya di panggung pertunjukan atau festival. Mereka harus memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karir,” tambah Fadli.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Pengelolaan MTN Seni Budaya oleh Kementerian Kebudayaan mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menilai pendekatan program ini berhasil membangun ekosistem seni budaya yang konkret. “Bagi kami MTN Seni Budaya adalah contoh nyata bagaimana negara harus hadir, bukan hanya membangun ruang tetapi membangun ekosistem,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengapresiasi pengelolaan MTN Seni Budaya oleh Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, penyelenggaraan MTN merupakan upaya pemerintah dalam membentuk SDM yang berdaya saing secara sistematis dan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. “MTN Seni Budaya, menurut kami, adalah yang paling terbaik dan paling maju,” tuturnya.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, melaporkan bahwa MTN Seni Budaya tahun 2025 telah bergerak secara masif, menandai lompatan besar dalam penguatan ekosistem seni budaya dan melahirkan talenta-talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045. Kementerian Kebudayaan merevitalisasi pendekatan dan skema MTN Seni Budaya pada pertengahan 2025. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, program ini mencatat capaian signifikan:
- Menjangkau 36.990 peserta pra-pembibitan.
- Bekerja sama dengan 200 mitra sanggar, komunitas, festival, dan market di dalam maupun luar negeri.
- Menempatkan 5.711 talenta dalam trajektori MTN.
- Melaksanakan 208 program bersama mitra.
- 216 talenta memperoleh rekognisi internasional.
- Menjangkau 19 negara serta 58 kota dan kabupaten di Indonesia.
MTN Wave: Perayaan Talenta Seni Budaya
Capaian tersebut dipresentasikan melalui MTN Wave, sebuah pertunjukan seni modern yang menampilkan talenta unggul dari lima bidang seni budaya: seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra. Kelima bidang ini direpresentasikan sebagai gelombang yang bergerak bersama, menunjukkan keterhubungan dan pertumbuhan talenta seni budaya Indonesia, dengan arahan dari Direktur Kreatif Rangga Djoened.
Pertunjukan utama bertajuk ‘Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban’ turut menampilkan instalasi karya Sigit D. Pratama serta rangkaian karya lintas disiplin. Lukman Sardi didapuk sebagai narator yang merajut kisah perjalanan talenta seni budaya Indonesia.
Melalui MTN Seni Budaya, seni dan budaya diposisikan sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengembangan SDM serta menjadikan seni dan budaya sebagai fondasi harmoni, toleransi, dan keberagaman.
Daftar Hadir Penting
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh penting, antara lain:
- Ibu Katharine Grace Fadli Zon
- Inspektur Jenderal Fryda Lucyana
- Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti
- Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya
- Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis
- Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A Putri Woelan Sari Dewi
- Jajaran pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kebudayaan
- Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto
- Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus
- Perwakilan pimpinan dari 17 K/L yang tergabung dalam gugus kerja MTN
- Perwakilan diplomatik negara sahabat
- Sejumlah seniman, budayawan, hingga pemengaruh kenamaan tanah air.





