— Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin sinergi strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) untuk mempercepat program perbaikan rumah atau bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait (Ara).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada Senin (20/7) malam, membahas program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Gus Ipul menjelaskan bahwa program ini akan disinergikan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk renovasi rumah.

“Anaknya sekolah, orang tuanya diintervensi dengan berbagai program strategis Pak Presiden, (seperti) pemberdayaan, PBI, salah satunya (juga) adalah renovasi rumah,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya pada Selasa (21/7/2026).

Gus Ipul merinci alokasi perbaikan rumah untuk orang tua siswa Sekolah Rakyat tahun ini sebanyak 10.000 unit. Dari jumlah tersebut, 2.000 unit telah diverifikasi, dan 911 rumah dinyatakan memenuhi syarat.

Ia mengidentifikasi dua alasan utama mengapa sebagian besar rumah yang diverifikasi tidak memenuhi syarat. “Pertama, yang dominan ini ya, (terkait) kepemilikan tanah. Yang kedua karena dia tercecer, hanya satu desa, satu orang, satu keluarga, satu penerima manfaat. Padahal dalam ketentuannya itu kan harus beberapa penerima manfaat di satu desa,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala kepemilikan tanah, Gus Ipul mengusulkan agar surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan setempat dapat diterima. Ia juga menyarankan agar syarat jumlah minimal penerima manfaat di setiap desa dihapuskan, sehingga realisasi program dapat dilakukan berapapun jumlah rumah yang ada.

“Karena di Sekolah Rakyat itu kan penjangkauan, tidak ada tes akademik, adanya penjangkauan. Nah yang terjangkau itulah yang memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah, dan mereka adalah desil paling bawah,” tambah Gus Ipul.

Menteri Ara menyambut baik usulan tersebut. “Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung,” katanya.

Ara menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dan segera menindaklanjuti usulan-usulan tersebut agar program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, dan Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Roberia.