JAKARTA, 20 Februari 2026 – Pengelola lapangan padel di Jalan Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, mengambil langkah drastis dengan membatasi jam operasional hingga 50 persen menyusul keluhan kebisingan dari warga sekitar. Selain itu, pengelola berjanji akan segera memasang peredam suara untuk meredam gangguan.
Keputusan ini disampaikan oleh perwakilan PT Kreasi Arena Indonesia, Fourthwall, Fajar Ediputra, usai mediasi yang melibatkan warga dan pihak kelurahan Gandaria Selatan. Fajar menjelaskan bahwa selama bulan puasa, jam operasional lapangan padel akan dimulai pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, berbeda jauh dari jam sebelumnya yang buka dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.
“Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami,” ujar Fajar kepada wartawan pada Kamis (19/2/2026).
Menindaklanjuti keluhan warga, pengelola juga berkomitmen untuk memasang peredam suara. Fajar meminta waktu untuk proses pemasangan fasilitas tersebut. “Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar,” tuturnya.
Perizinan dan Zonasi
Fajar menerangkan bahwa pihaknya merasa telah memenuhi seluruh persyaratan perizinan yang berlaku. Ia berpendapat bahwa timbulnya masalah ini lebih disebabkan oleh kedekatan zonasi antara bangunan komersial dan area perumahan. “Kalau mengikuti aturan sebenarnya di lapangan kami desibelnya masih 70 gitu. Cuman ini kan yang menjadi permasalahan adalah zonasi yang mana zonasi kami berdampingan langsung dengan zonasi rumah tinggal,” jelasnya.
Keluhan Warga
Seorang warga bernama Naufal (27), yang juga hadir dalam mediasi sebagai perwakilan warga, sebelumnya telah menyuarakan keluhannya terkait kebisingan yang ditimbulkan oleh lapangan padel Fourthwall. Menurut Naufal, kebisingan tersebut berasal dari teriakan pemain dan pantulan bola yang kerap terdengar sejak pagi hingga larut malam.
“Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka commit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main,” ungkap Naufal.
Dalam mediasi tersebut, Naufal menyampaikan bahwa warga mengajukan beberapa tuntutan, termasuk permintaan penghentian total aktivitas operasional lapangan padel. “Kita minta tadi fourthwall Padel untuk segera menghentikan seluruh aktivitas operasional. Terus kami berhak mendapatkan kembali ketenangan yang kami alami, keamanan, kenyamanan hidup kami seperti sebelum adanya Fourthwall Padel,” tegasnya.





