Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pastikan Standarisasi Mutu dan Zero Accident di Program Makan Bergizi Gratis Polri

Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk menerapkan prinsip zero accident dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG). Prioritas utama dalam program ini adalah standarisasi mutu dan higienitas pangan.

Penegasan ini disampaikan Jenderal Sigit di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat acara Peresmian & Groundbreaking 1.179 dan Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat. Sigit memaparkan target Polri untuk membangun 1.500 SPPG pada tahun 2026.

“Pada tahun 2026 Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Namun, kalau ada arahan lebih lanjut dari Bapak Presiden kami menyesuaikan,” ujar Sigit dalam paparannya, Jumat (13/2/2026). Ia menambahkan, langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pemenuhan gizi dan meningkatkan akses masyarakat penerima manfaat terhadap makanan bergizi.

Sigit menekankan bahwa standarisasi mutu dan keamanan pangan selalu menjadi fokus utama Polri. Ia merinci pencapaian SPPG Polri dalam hal sertifikasi.

Pencapaian Sertifikasi SPPG Polri

  • 201 SPPG Polri telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.
  • 119 SPPG Polri telah memiliki sertifikat halal.
  • 147 SPPG Polri telah memiliki sertifikat uji laboratorium.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa SPPG Polri telah dilengkapi dengan peralatan modern, termasuk filter dan water heater untuk pengelolaan air. Komitmen untuk mempertahankan zero accident dalam program MBG ditegaskan melalui penerapan prinsip food security dan food safety secara ketat.

Advertisement

“Sejalan dengan itu untuk mempertahankan zero accident seluruh SPPG Polri menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat melalui penggunaan tes kits sebagai quality control untuk memastikan bahan pangan aman dan layak konsumsi,” jelas Sigit.

Untuk menjamin ketersediaan tes kits, Polri melalui Farmapol Pusdokkes mengembangkan produksi food safety kits. Tahap awal, produksi ditargetkan mencapai 400 unit per bulan. Jangka menengah, produksi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri, dan jangka panjang diproyeksikan mendukung kebutuhan 33 ribu SPPG secara nasional.

“Selanjutnya pada jangka menengah ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan 1.500 SPPG Polri dan pada jangka panjang diproyeksikan akan mampu mendukung kebutuhan 33 ribu SPPG pada skala nasional,” pungkasnya.

Advertisement