Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Kenang Eyang Meri Hoegeng: Inspirasi Jaga Integritas Polri

Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenang sosok almarhumah Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Ia menyatakan bahwa Eyang Meri menjadi inspirasi bagi Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga integritas.

Pesan Integritas dari Eyang Meri

“Tentunya, selama almarhumah hidup, beliau banyak sekali membawa pesan-pesan yang selalu disampaikan di setiap kami bertemu. Sehingga kemudian dari pesan-pesan itulah juga yang kemudian menginspirasi kami untuk terus mendorong, menjaga integritas,” ujar Jenderal Sigit seusai pemakaman di Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, keteladanan Eyang Meri juga tercermin dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polri, termasuk penyelenggaraan Hoegeng Awards.

Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa Eyang Meri senantiasa berpesan agar menjadi polisi yang baik, berintegritas, serta mampu melindungi dan mengayomi masyarakat. “Bahkan tadi malam kami mendengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama, bagaimana beliau selalu menyampaikan pesan ‘jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulailah dari dirimu sendiri’,” kenangnya.

Pesan tersebut, menurut Kapolri, menjadi semangat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbuat baik. “Karena beliau setiap menyampaikan, Eyang Meri di saat-saat terakhirnya dan setiap pesannya selalu ‘tolong jaga, titip institusi Polri. Tolong jaga dan titip institusi Polri’. Dan tentunya pesan itu memiliki makna mendalam bahwa kami,” imbuhnya.

Penganugerahan Bintang Bhayangkara Pratama

Eyang Meri meninggal dunia pada Selasa (3/2) pukul 13.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Meriyati Roeslani Hoegeng. Tanda kehormatan ini diajukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden.

Advertisement

Acara penganugerahan Bintang Bhayangkara Pratama dilaksanakan di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan menyerahkan bintang tersebut kepada cucu Jenderal Hoegeng, Rama Hoegeng, selaku perwakilan keluarga.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran pejabat utama Mabes Polri dan keluarga besar Eyang Meri Hoegeng.

“Kami sangat menghormati dan menghargai beliau atas banyak hal yang selalu beliau titipkan dan sampaikan. Dan karena jasa beliau, maka Polri mengajukan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan Bintang Bhayangkara Pratama,” kata Sigit.

“Ini adalah bentuk penghormatan dari kami, adik-adik beliau, anak-anak beliau, terhadap almarhumah atas jasa beliau dalam memberikan spirit, dalam selalu memberikan semangat pada saat situasi-situasi yang memang kami membutuhkan. Saya kira itu menjadi bentuk penghormatan bagi kami dari keluarga besar Polri, dari negara untuk beliau,” tambahnya.

Dasar Pengajuan Anugerah

Pengajuan nama Eyang Meri untuk dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama tertuang dalam surat Kapolri kepada Presiden Nomor: R/II/KEP/2026. Dasar pengajuan ini meliputi:

  • UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri
  • UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan
  • PP Nomor 1 Tahun 2010 tentang Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan
  • Perkap Nomor 4 tahun 2012 tentang Tata Cara Pengajuan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

Dalam suratnya kepada Presiden, Sigit menulis, “Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dengan hormat diajukan permohonan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Bu Meriyati Roeslani Hoegeng, istri Jenderal (Purn) Hoegang Iman Santoso, Kapolri pada masa tanggal 05 Mei 1968 sampai dengan 02 Oktober 1971, yang berjasa terhadap kemajuan dan pengembangan Kepolisian Negara Republik Indonesia, diajukan permohonan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama.”

Advertisement