Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Lucky Widja, vokalis band Element, meninggal dunia pada Senin (26/1/2026) pukul 22.20 WIB. Ferdy Tahier, rekan satu bandnya, mengungkapkan keterkejutannya atas kepergian almarhum yang mendadak.
Kondisi Terakhir Lucky Widja
Ferdy Tahier tiba di rumah duka sejak dini hari dan menceritakan kondisi terakhir Lucky sebelum menghembuskan napas terakhir. “Kita juga kaget karena baru dikabari jam 11 malam, dia meninggal jam 22.20 WIB,” ujar Ferdy Tahier, dikutip dari Selebrita Pagi, Senin (26/1/2026).
Menurut Ferdy, Lucky Widja seharusnya menjalani prosedur cuci darah pada Jumat (23/1/2026). Namun, kondisinya yang menurun membuat jadwal tersebut diundur. “Jadi Lucky itu harusnya cuci darah hari Jumat, tapi dia drop. Akhirnya dia mundur ke Sabtu, tapi penuh. Dia masih bisa, akhirnya sampai hari Minggu dia masuk ke UGD, dia dipompa dari jam 2, dari ginjal sudah naik ke jantung,” tutur Ferdy.
Riwayat Penyakit dan Sifat Almarhum
Vokalis Element itu menjelaskan bahwa masalah ginjal yang dialami Lucky Widja sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Namun, belakangan almarhum juga mengeluhkan sesak napas. “Sudah setahun, dua tahun ini ginjalnya bermasalah, tapi tiba-tiba dia jadi sesak napas. Terakhir pas (manggung) tahun baru itu (Lucky bilang) jadi nyesek,” katanya.
Sebagai sahabat, Ferdy Tahier menggambarkan Lucky sebagai sosok yang tidak pernah mengeluh soal kesehatannya dan selalu mandiri. “Dia orang yang nggak pernah ngomong. Kita nggak pernah dikasih tahu dia ke rumah sakit,” ungkap Ferdy Tahier.
Ferdy menambahkan, Lucky Widja selalu menunjukkan semangat dalam menjalani hidup. Ia juga sangat peduli terhadap kesehatan teman-temannya. “Dia apa-apa semangat, cuma dia masih suka mikirin urusan lain. Dia itu apa-apa sendiri, nggak pernah minta antar, apa-apa sendiri. Dia paling care sama gue, ‘Fer hati-hati jaga kesehatan. Lu lagi gemuk biarin aja yang penting sehat’,” kenang Ferdy Tahier.
Berdasarkan cerita keluarga, Lucky Widja memilih untuk pergi ke rumah sakit sendiri selama ia masih mampu. Hal ini menunjukkan keteguhan dan kemandirian almarhum hingga akhir hayatnya.






